We provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

Friday, 17 April 2020

Pembinaan Keluarga Bahagia - Mawadah Warahmah Sakinah



وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ۬ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)

25:74: Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami ISTERI-ISTERI KAMI dan KETURUNAN KAMI sebagai penyenang hati [kami], dan jadikanlah kami IMAM BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA. (74)

ُوْلَـٰٓٮِٕكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَيُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةً۬ وَسَلَـٰمًا (٧٥)خَـٰلِدِينَ فِيهَا‌ۚ حَسُنَتۡ مُسۡتَقَرًّ۬ا وَمُقَامً۬ا (٧٦)

25:75-76: Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi [dalam SURGA] karena KESABARAN mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, (75) mereka kekal di dalamnya. SURGA itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (76)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ. وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.

Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah (kalau untuk wanita tentunya lelaki/suami yg Sholeh), tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah) (kalau buat wanita yg bikin sengsara adalah suami yg brengsek), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban)

SEBAIK BAIK-BAIK KESENANGAN DUNIA : ISTRI SHOLEHAH
Sabda Rasûlullâh saw:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

“Dunia adalah kesenangan (perhiasan/manfaat sementara), dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita/istri yang sholehah.” (Muslim)


رَبِّ ٱجۡعَلۡنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى‌ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ (٤٠)

14:40: Ya Tuhanku, jadikanlah AKU DAN ANAK CUCUKU orang-orang yang tetap MENDIRIKAN SHALAT, ya Tuhan kami, perkenankanlah do’aku. (40)

ISTRI SHOLEHAH — MEMBANTU MENYEMPURNAKAN SEPARUH AGAMA

مَنْ رَزَقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً، فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِينِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي الشَّطْرِ الْبَاقِي

“Barang siapa yang Allah rezekikan kepadanya seorang ISTRI SHOLEHAH, maka sungguh Allah telah menolongnya dalam menyempurnakan SEPARUH AGAMANYA. Maka hendaklah ia BERTAKWA kepada Allah pada SEPARUH YANG LAINNYA.” (Ath-Thabrani)

HATI BERSYUKUR, LISAN BERDZIKIR, ISTRI SHOLEHAH SEBAIK-BAIK HARTA

قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِينِكَ، خَيْرُ مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ

“Hati yang BERSYUKUR, lisan yang senantiasa BERDZIKIR, dan ISTRI SHOLEHAH yang membantumu dalam urusan DUNIA dan AGAMAMU adalah SEBAIK-BAIK HARTA yang disimpan manusia.” (Al-Baihaqi)


ٱلرِّجَالُ قَوَّٲمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٲلِهِمۡ‌ۚ فَٱلصَّـٰلِحَـٰتُ قَـٰنِتَـٰتٌ حَـٰفِظَـٰتٌ۬ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ‌ۚ وَٱلَّـٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِى ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّ‌ۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَڪُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡہِنَّ سَبِيلاً‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّ۬ا ڪَبِيرً۬ا (٣٤)

4:34: Kaum laki-laki itu adalah PEMIMPIN bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka [laki-laki] atas sebahagian yang lain [wanita], dan karena mereka [laki-laki] telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri [1] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara [mereka] [2]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [3], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya [4]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (34)

Rasulullah Saw bersabda:
Dari Ibn Umar ra. Dari Nabi saw, beliau bersabda : “ Kalian adalah PEMIMPIN dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang PENGUASA adalah pemimpin, seorang SUAMI adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang ISTRI adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. KALIAN adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian”.(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Yang (berhak) menjadi IMAM (suatu) kaum, ialah yang paling pandai membaca KITABULLAH/AL QUR'AN. Jika mereka dalam bacaan sama, maka yang lebih mengetahui tentang SUNNAH/AL HADITS. Jika mereka dalam sunnah sama, maka yang lebih dahulu HIJRAH. Jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dahulu MASUK ISLAM (dalam riwayat lain: umur). Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). Dan janganlah duduk di tempat duduknya, kecuali seizinnya” [HR. Muslim]

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَـٰهُم بِمَا ڪَانُواْ يَكۡسِبُونَ (٩٦)

7:96: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri BERIMAN DAN BERTAKWA, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (96)

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (٦)

66:6: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah DIRIMU DAN KELUARGAMU dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (6)

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةً۬‌ۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيہَا مَن يُفۡسِدُ فِيہَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ‌ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ (٣٠)

2:30: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang KHALIFAH di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan [KHALIFAH] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (30)

ۘ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ (٢)

5:2: Dan tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] KEBAIKAN DAN TAKWA, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (2)

“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam beliau biasa berdoa: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, KETAQWAAN, keterjagaan, dan kekayaan” (HR. Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

“Tidak mengapa seseorang itu KAYA ASALKAN BERTAKWA. SEHAT bagi orang yang BERTAKWA itu lebih baik dari KAYA. Dan hati yang BAHAGIA adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Setiap orang tentunya mendambakan keluarga yang harmonis diberikan istri dan juga dikaruniai anak yang sholeh dan bertaqwa kepada Allah sehingga dapat menenangkan hati dan menyejukkan perasaan. Untuk itu berdoalah rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun waj'alna lil muttaqina imama
tulisan arab lengkap dalam surat Al Furqan ayat 74 yaitu :
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Dalam Tafsir Tahlili diterangkan, diantara sifat hamba-hamba Allah yaitu memohon kepada-Nya agar dianugerahi keturunan yang saleh dan baik. Istri dan anak-anaknya benar-benar menyenangkan hati dan menyejukkan perasaan karena keluarga mereka terdiri dari orang-orang yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan. Dengan demikian, akan bertambah banyaklah di muka bumi ini hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Di samping itu, mereka bermunajat kepada Allah agar keturunannya menjadi orang-orang yang bertakwa seluruhnya, menjadi penyeru manusia untuk bertakwa, dan menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Ini adalah cahaya iman yang telah memenuhi hati mereka dan meneranginya dengan petunjuk dan hidayah sehingga mereka ingin sekali supaya orang-orang yang bertakwa yang mendapat petunjuk kian lama kian bertambah juga.
Keinginan mereka agar anak cucu dan keturunannya menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa bukanlah karena ingin kedudukan yang tinggi atau kekuasaan mutlak, tetapi semata-mata karena keinginan yang tulus ikhlas agar penduduk dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Juga bertujuan agar anak cucu mereka melanjutkan perjuangannya menegakkan keadilan dan kebenaran. Dengan demikian, walaupun mereka sendiri telah mati, tetapi mereka tetap menerima pahala perjuangan anak cucu mereka sesuai dengan sabda Rasulullah:
اِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ. (رواه مسلم عن ابى هريرة)
“Apabila seseorang mati, maka putuslah segala amalnya kecuali dari tiga macam: sedekah yang dapat dimanfaatkan orang, ilmu pengetahuan yang ditinggalkannya yang dapat diambil manfaatnya oleh orang lain sesudah matinya, anak yang saleh yang selalu mendoakannya.” (Riwayat Muslim dari Abū Hurairah).
Itulah penjelasan Tafsir Tahlili dalam Surat Al furqan ayat 74
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
Artinya : Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

IMAM/PEMIMPIN

https://www.kholidefendi.com/2024/04/imampemimpin.html

SABAR, SALING CINTA, MENDOAKAN, ADIL, TAKWA, TANGGUNG JAWAB & AMANAH

SIDDIQ, AMANAH, FATHONAH, TABLIGH

https://yrsholihin.wordpress.com/2017/08/01/4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh/

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

PEMIMPIN SABAR

وَ جَعَلْنَا مِنْهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا لَمَّا صَبَرُوْا ۗ وَكَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يُوْقِنُوْنَ

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu PEMIMPIN-PEMIMPIN yang MEMBERI PETUNJUK dengan perintah Kami selama mereka SABAR. Mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah 32: Ayat 24)

Nabi Muhammad SAW Bersabda:

PEMIMPIN SALING CINTA & MENDOAKAN

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

“Sebaik-baik IMAM (PEMIMPIN) kalian adalah yang kalian CINTA dan mereka MENCINTAI kalian, kalian DOAKAN mereka dan mereka MENDOAKAN kalian. Sebaliknya seburuk-buruk imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian BENCI dan mereka MEMBENCI mereka, kalian LAKNAT mereka dan mereka MELAKNAT mereka" (HR.Muslim)

ZAKAT SEDEKAH & DOA
Sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam: “Peliharalah HARTA BENDAMU dengan cara mengeluarkan ZAKAT. Dan OBATILAH PENYAKITMU dengan SEDEKAH. Dan HADAPILAH COBAAN YANG DATANG BERTUBI-TUBI DENGAN DOA dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud)

AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR

"Hendaklah kamu BERAMAR MAKRUF (menyuruh berbuat baik) dan BERNAHI MUNGKAR (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan MENGUASAKAN atasmu orang-orang yang PALING JAHAT di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu BERDOA dan tidak dikabulkan (doa mereka)." (HR. Abu Dzar).

DZIKIR DOA MAKAN & MINUM
Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): Seharusnyalah orang yang BERAKAL itu membagi (waktunya) menjadi tiga jam: satu jam untuk BERZIKIR dan BERDOA kepada Allah, satu jam untuk mengadakan perhitungan terhadap DIRINYA SENDIRI dan satu jam lagi untuk keperluan MAKAN & MINUMNYA.” (HR. Ibnu Hibban, dari Abu Dzar)
PEMIMPIN TANGGUNG JAWAB & AMANAH
Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4789
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ.
Dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:
Setiap KALIAN adalah PEMIMPIN, dan setiap kalian akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang IMAM adalah pemimpin dan akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang LAKI-LAKI adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai PERTANGUNGJAWABANNYA.
Seorang WANITA adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang BUDAK juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA
Sungguh setiap KALIAN adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA. ( HR.Bukhari)

PEMIMPIN ADIL
7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLÂH.SWT PADA HARI KIAMAT
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
(1) IMAM/PEMIMPIN yang ADIL,
(2) seorang PEMUDA yang tumbuh dewasa dalam BERIBADAH kepada Allâh,
(3) seorang yang HATINYA bergantung ke MASJID,
(4) dua orang yang SALING MENCINTAI di jalan Allâh, keduanya BERKUMPUL karena-Nya dan BERPISAH karena-Nya,
(5) seorang LAKI-LAKI yang diajak BERZINA oleh seorang WANITA yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya AKU TAKUT KEPADA ALLAH.’ Dan
(6) seseorang yang BERSEDEKAH dengan satu SEDEKAH lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang DIINFAQKAN tangan kanannya, serta
(7) seseorang yang BERDZIKIR kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
(HR. Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, Tirmidzi, An Nasai)
Facebook

PEMIMPIN IMAN & TAKWA

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri BERIMAN dan BERTAKWA, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka BERKAH dari LANGIT dan BUMI, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)


TAKWA
Islam, Iman, SABAR, SHOLAT, Benar, Taat, Sedekah, Istighfar, Menahan Marah, Memaafkan
BALASAN TAKWA
4. URUSANYA DITANGANI, DIATUR, DAN DIAWASI LANGSUNG OLEH ALLAH,
5. DIHILANGKAN KESULITANNYA, SELALU DIBERI JALAN KELUAR BAGI MASALAHNYA, DAN DIBERI REZEKI DARI JALAN YANG TAK DISANGKA-SANGKA
6. SELALU DITOLONG DAN DILINDUNGI ALLAH DARI PERBUATAN ORANG-ORANG ZALIM DAN BERNIAT BURUK.
10. HATINYA SELALU TERANG DENGAN CAHAYA, PETUNJUK, RAHASIA ALLAH, HIKMAH & ILMU.
13. DOANYA MUSTAJAB & PEMBICARAANNYA TAJAM.
TAKWA SURGA
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang BERTAKWA berada dalam SURGA dan KENIKMATAN." (QS. At-Tur 52: Ayat 17)

0 comments:

Post a Comment