IT and Management

We provide end to end solutions including ERP Application Softwares (SAP, Oracle, Microsoft Dynamics, JDEdwards, Peoplesoft and Hyperion), Hardware System Infrastructure, networking infrastructure, Security solutions, Storage Management and Disaster Recovery, Access Infrastructure (Citrix Solution Advisor – Gold Partner), Printing Solutions, Enterprise Reporting, Acrobat Family and Print/Web publishing, Authoring and design, CAD Productivity.

Industry

Industry is the production of an economic good or service within an economy. Manufacturing industry became a key sector of production and labour in European and North American countries during the Industrial Revolution, upsetting previous mercantile and feudal economies. This occurred through many successive rapid advances in technology, such as the production of steel and coal.

Government

A government is the body within an organization that has the authority to make and enforce rules, laws and regulations, control and direct the actions or behavior of the individuals within the organization and deal with everyday administrative issues.

Education

Education today involves many challenges, from preparing students to join the workforce to meeting stringent legislative requirements. Administrators, instructors, and researchers turn to SAP, Oracle, PeopleSoft or Microsoft Dynamics for the products and services they need to achieve success in these and many other areas.

Property

Property management is the operation, control, and oversight of real estate as used in its most broad terms. Management indicates a need to be cared for, monitored and accountability given for its useful life and condition. Property management involves the processes, systems and manpower required to manage the life cycle of all acquired property as defined above including acquisition, control, accountability, responsibility, maintenance, utilization and disposition.

Kholid Efendi.

More than 20+ years of accumulated experience in the presales, implementation and management of Financials, Supply Chain, Manufacturing, Property Management, Enterprise Assets Management EDW/BI and Projects Management involving various ERP Software’s like SAP. Oracle, and Microsoft Dynamics. Expertise in marketing communication and digital marketing. We are competencies on IT and Management, Industry, Property, Government and Education. We also provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

We provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

Friday, 31 July 2026

E-GOVERNMENT

 


NRIMAN.ORG
PERURI, BI, KEMENKEU, KEMENAG

E-GOVERNMENT
https://www.kholidefendi.com/2026/07/government-management.html

RINGKASAN IN/OUT DALAM ANGKA

IN: TOTAL PENERIMAAN NEGARA
≈ Rp3.005 triliun/tahun
├── Pajak
│ ≈ Rp2.190 triliun
├── Bea Masuk & Cukai
│ ≈ Rp302 triliun
├── PNBP
│ ≈ Rp514 triliun
│ ├── SDA
│ ├── Dividen BUMN
│ ├── BLU
│ ├── Layanan K/L
│ └── Pengelolaan aset negara
└── Hibah
< Rp1 triliun
PENDAPATAN NEGARA
≈ Rp3.005 Triliun
OUT: TOTAL BELANJA NEGARA
≈ Rp3.621 Triliun
├── Pendidikan: ± Rp724 triliun
├── Kesehatan: ± Rp218 triliun
├── Pertahanan: ± Rp166 triliun
├── Kepolisian
├── Infrastruktur: ± Rp400 triliun
├── Perlindungan Sosial: ± Rp500 triliun
├── Transfer ke Daerah: ± Rp919 triliun
├── Subsidi: ± Rp300 triliun
├── Ketahanan Pangan: ± Rp150 triliun
├── Pembayaran Bunga Utang: ± Rp550 triliun
├── Gaji ASN
├── Operasional K/L
├── Lingkungan Hidup
├── Kehutanan
├── Kelautan
├── Pertanian
├── Perikanan
├── Energi
├── UMKM
├── Agama
├── Kebudayaan
├── Pariwisata
├── Riset
└── Program Nasional lainnya

------------

MANAGEMENT

https://www.kholidefendi.com/p/management.html

Di Indonesia, pengelolaan penerimaan negara tidak dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan melibatkan beberapa kementerian dan lembaga sesuai jenis penerimaannya. Namun, koordinator utamanya adalah KEMENTRIAN KEUANGAN.

Berikut Ringkasannya.
Bidang Penerimaan /Pengelola Utama /Tugas
Seluruh APBN /Kementerian Keuangan Republik Indonesia /Menyusun APBN, mengelola penerimaan dan pengeluaran negara
Pajak /Direktorat Jenderal Pajak /Memungut pajak
Bea Masuk & Cukai /Direktorat Jenderal Bea dan Cukai /Memungut bea masuk, bea keluar, dan cukai
PNBP /Direktorat Jenderal Anggaran bersama kementerian/lembaga penghasil PNBP /Mengatur kebijakan dan administrasi PNBP
Kas Negara /Direktorat Jenderal Perbendaharaan /Mengelola Rekening Kas Umum Negara
Kekayaan Negara /Direktorat Jenderal Kekayaan Negara /Mengelola aset negara dan piutang negara

1. Kementerian Keuangan (Koordinator Utama)
Kementerian Keuangan memiliki peran:
Menyusun APBN.
Menetapkan target penerimaan negara.
Mengelola kas negara.
Mengawasi realisasi penerimaan.
Menyusun laporan keuangan pemerintah.

Semua penerimaan negara pada akhirnya masuk ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.

2. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Mengelola:
Pajak Penghasilan (PPh)
PPN
PPnBM
Bea Meterai
Pajak internasional tertentu
Kontribusinya merupakan bagian terbesar penerimaan negara.

3. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Mengelola:
Bea Masuk
Bea Keluar
Cukai hasil tembakau
Cukai minuman mengandung etil alkohol
Cukai etil alkohol

4. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA)
Mengatur:
Kebijakan PNBP
Target PNBP
Evaluasi penerimaan PNBP
Penyusunan anggaran negara

5. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb)
Mengelola:
Kas negara
Rekening Kas Umum Negara
Penyaluran anggaran
Sistem pembayaran negara

6. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Mengelola:
Barang Milik Negara
Lelang negara
Piutang negara
Pemanfaatan aset negara

7. Kementerian/Lembaga Penghasil PNBP
Selain Kementerian Keuangan, banyak kementerian dan lembaga menghasilkan PNBP dari layanan atau pengelolaan sumber daya sesuai kewenangannya. Contohnya:

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral → PNBP migas, mineral, batu bara, panas bumi.
Kementerian Kehutanan → PNBP kehutanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan → PNBP perikanan.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan → PNBP layanan paspor, visa, dan keimigrasian.
Kepolisian Negara Republik Indonesia → PNBP SIM, STNK, BPKB, dan layanan tertentu.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional → PNBP layanan pertanahan.
Perguruan tinggi negeri berstatus BLU dan rumah sakit pemerintah juga menghasilkan PNBP dari layanan yang diberikan.

8. BUMN
BUMN tidak memungut penerimaan negara secara langsung, tetapi:
Menjalankan kegiatan usaha.
Membayar pajak.
Menyetorkan dividen kepada negara.

Pengelolaan kepemilikan dan kinerja BUMN saat ini dilakukan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk BUMN yang menjadi bagian dari pengelolaannya, sedangkan dividen dan implikasinya terhadap APBN tetap diatur dalam kebijakan fiskal pemerintah.

Alur sederhana pengelolaan penerimaan negara

MASYARAKAT & DUNIA USAHA


Pajak ─────────────► DJP
Bea/Cukai ─────────► DJBC
SDA ───────────────► K/L teknis (ESDM, Kehutanan, KKP, dll.)
Layanan Pemerintah ─► K/L terkait
Dividen BUMN ──────► Negara


Kementerian Keuangan
(DJA, DJPb, DJKN)


Rekening Kas Umum Negara (RKUN)


APBN

KESIMPULAN
Secara sederhana terdapat tiga lapis pengelolaan:

Kementerian/Lembaga teknis mengumpulkan atau menghasilkan penerimaan sesuai kewenangannya (misalnya pajak, bea cukai, SDA, atau layanan publik).
Kementerian Keuangan mengoordinasikan, mencatat, dan mengelola seluruh penerimaan negara serta menempatkannya dalam Rekening Kas Umum Negara.
Pemerintah bersama DPR menetapkan melalui APBN bagaimana seluruh penerimaan tersebut dialokasikan untuk membiayai penyelenggaraan negara.
-------

IN: PENERIMAAN NEGARA DALAM APBN

Secara umum, penerimaan negara dalam APBN Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok besar.

No. Sumber Penerimaan Negara Contoh Perkiraan Kontribusi
1 Penerimaan Perpajakan PPh, PPN, Bea Masuk, Cukai ±80–85%
2 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) SDA, dividen BUMN, layanan pemerintah, BLU ±15–20%
3 Hibah Bantuan dari negara/lembaga internasional <1%

1. Penerimaan Perpajakan
Merupakan sumber penerimaan terbesar negara, meliputi:
Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Pajak Bumi dan Bangunan sektor tertentu
Bea Meterai
Bea Masuk
Bea Keluar
Cukai (rokok, minuman mengandung etil alkohol, dan etil alkohol)
Kontribusinya sekitar 80–85% dari total penerimaan negara.

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
PNBP berasal dari berbagai sumber, antara lain:
A. Sumber Daya Alam (SDA)
Minyak bumi
Gas alam
Batu bara
Nikel
Tembaga
Timah
Emas
Kehutanan
Perikanan
Panas bumi

B. Dividen BUMN
Laba yang disetorkan oleh BUMN kepada negara, misalnya dari:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Pertamina (Persero)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
C. PNBP Kementerian/Lembaga

Contohnya:
Penerbitan paspor
Pembuatan SIM
Biaya layanan imigrasi
Biaya peradilan
Penerimaan kepolisian
Sertifikasi tanah
Biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri tertentu

D. Badan Layanan Umum (BLU)
Misalnya:
Rumah sakit pemerintah
Perguruan tinggi negeri berstatus BLU
Dana perkebunan
Lembaga pengelola dana
E. Pengelolaan Aset Negara
Sewa gedung milik negara
Pemanfaatan tanah negara
Kerja sama pemanfaatan aset

3. Hibah
Berasal dari:
Negara sahabat
Organisasi internasional
Lembaga donor
Porsinya sangat kecil dibandingkan dua sumber lainnya.

RINGKASAN STRUKTUR PENERIMAAN NEGARA
IN: PENERIMAAN NEGARA

├── 1. Perpajakan
│ ├── PPh
│ ├── PPN
│ ├── PPnBM
│ ├── Cukai
│ ├── Bea Masuk
│ └── Bea Keluar

├── 2. PNBP
│ ├── SDA
│ │ ├── Migas
│ │ ├── Mineral & Batubara
│ │ ├── Kehutanan
│ │ ├── Perikanan
│ │ └── Panas Bumi
│ │
│ ├── Dividen BUMN
│ ├── Layanan K/L
│ ├── BLU
│ └── Pengelolaan Aset Negara

└── 3. Hibah
Gambaran Besaran Kontribusi

Jika disederhanakan berdasarkan struktur APBN dalam beberapa tahun terakhir:

Sumber Kisaran Kontribusi
Perpajakan 80–85%
PNBP (termasuk SDA, dividen BUMN, layanan pemerintah, BLU, dan lainnya) 15–20%
Hibah <1%

Dengan demikian, pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Di dalam PNBP, penerimaan dari SDA dan dividen BUMN adalah dua komponen yang paling besar, disusul oleh penerimaan dari layanan pemerintah, pengelolaan aset negara, dan Badan Layanan Umum (BLU).
------
IN: SELURUH PENERIMAAN NEGARA DALAM APBN
Jika yang dimaksud adalah seluruh penerimaan negara dalam APBN, maka nilainya berada di kisaran Rp2.700–3.000 triliun per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai gambaran:

Tahun Total Pendapatan Negara
2023 ± Rp2.774 triliun
2024 ± Rp2.843 triliun (realisasi)
2025 Target APBN Rp3.005,1 triliun

Jika diringkas berdasarkan APBN 2025
Sumber Penerimaan Nilai (Target)
Pajak Rp2.189,3 triliun
Kepabeanan & Cukai Rp301,6 triliun
Total Perpajakan Rp2.490,9 triliun
PNBP (termasuk SDA, dividen BUMN, BLU, layanan pemerintah, dll.) Rp513,6 triliun
Hibah Rp0,6 triliun
Total Pendapatan Negara Rp3.005,1 triliun

Jika dibuat dalam bentuk sederhana
IN: TOTAL PENERIMAAN NEGARA
≈ Rp3.005 triliun/tahun

├── Pajak
│ ≈ Rp2.190 triliun

├── Bea Masuk & Cukai
│ ≈ Rp302 triliun

├── PNBP
│ ≈ Rp514 triliun
│ ├── SDA
│ ├── Dividen BUMN
│ ├── BLU
│ ├── Layanan K/L
│ └── Pengelolaan aset negara

└── Hibah
< Rp1 triliun

Berapa nilainya dalam satuan yang lebih mudah dipahami?
Rp3.000 triliun = Rp3 kuadriliun (1 kuadriliun = 1.000 triliun).
Rata-rata per bulan sekitar Rp250 triliun.
Rata-rata per hari sekitar Rp8,2 triliun.
Rata-rata per jam sekitar Rp342 miliar.
Rata-rata per menit sekitar Rp5,7 miliar (dengan asumsi penerimaan tersebar merata sepanjang tahun).

Perlu diingat bahwa angka tersebut adalah pendapatan negara, bukan keuntungan. Dana ini digunakan untuk membiayai belanja negara seperti pendidikan, kesehatan, pertahanan, pembangunan infrastruktur, transfer ke daerah, subsidi, bantuan sosial, pembayaran bunga utang, dan berbagai program pemerintah.
----------

OUT: ALOKASI PENGELUARAN NEGARA/APBN
Secara garis besar, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) digunakan untuk membiayai seluruh penyelenggaraan negara. Dengan asumsi pendapatan negara sekitar Rp3.000 triliun per tahun (target APBN 2025 sekitar Rp3.005 triliun), maka belanja negara dialokasikan ke beberapa kelompok besar.

RINGKASAN ALOKASI APBN
Kelompok Belanja Perkiraan Nilai
Belanja Pemerintah Pusat ± Rp2.700 triliun
Transfer ke Daerah & Dana Desa ± Rp919 triliun
Total Belanja Negara ± Rp3.621 triliun

Catatan: Belanja negara lebih besar daripada pendapatan negara karena APBN 2025 dirancang defisit, sehingga selisihnya dibiayai melalui pembiayaan anggaran (misalnya penerbitan surat utang dan sumber pembiayaan lainnya).

1. Pendidikan (Minimal 20% APBN)
Merupakan amanat konstitusi.
Perkiraan anggaran: ± Rp724 triliun

Digunakan untuk:
Gaji guru dan dosen
BOS
KIP Kuliah
Beasiswa
Pembangunan sekolah
Universitas negeri
Riset

2. Kesehatan
Perkiraan: ± Rp218 triliun

Digunakan untuk:
Rumah sakit
Puskesmas
BPJS Kesehatan
Vaksin
Obat-obatan
Penanggulangan penyakit

3. Pertahanan
Perkiraan: ± Rp166 triliun

Digunakan untuk:
TNI AD
TNI AL
TNI AU
Alat utama sistem persenjataan (alutsista)
Pangkalan militer

4. Keamanan
Perkiraan: ± Rp126 triliun

Digunakan untuk:
Kepolisian
Keamanan nasional
Penegakan hukum

5. Infrastruktur
Perkiraan: ± Rp400 triliun

Untuk:
Jalan nasional
Jalan tol
Jembatan
Bendungan
Irigasi
Pelabuhan
Bandara
Kereta api
Air minum
Sanitasi

6. Perlindungan Sosial
Perkiraan: ± Rp500 triliun

Meliputi:
Program Keluarga Harapan (PKH)
Bantuan pangan
Bantuan pendidikan
Bantuan iuran BPJS
Bantuan bencana
Program pemberdayaan masyarakat

7. Transfer ke Daerah
Perkiraan: ± Rp919 triliun

Meliputi:
Dana Alokasi Umum (DAU)
Dana Alokasi Khusus (DAK)
Dana Bagi Hasil (DBH)
Dana Desa
Dana Otonomi Khusus

8. Pembayaran Bunga Utang
Perkiraan: ± Rp550 triliun

Digunakan untuk:
Membayar bunga Surat Berharga Negara (SBN)
Bunga pinjaman dalam dan luar negeri

9. Subsidi
Perkiraan: ± Rp300 triliun

Untuk:
BBM tertentu
LPG 3 kg
Listrik
Pupuk bersubsidi

10. Ketahanan Pangan
Perkiraan: ± Rp150 triliun

Untuk:
Irigasi
Cadangan pangan
Pupuk
Benih
Mekanisasi pertanian

11. Birokrasi Pemerintah
Meliputi:
Gaji ASN
Operasional kementerian/lembaga
Pengadaan barang dan jasa
Sistem pemerintahan digital

12. Sektor Lainnya
Termasuk:
Lingkungan hidup
Kehutanan
Kelautan
Pariwisata
UMKM
Koperasi
Agama
Kebudayaan
Olahraga
Riset dan inovasi

Diagram Sederhana APBN

IN: PENDAPATAN NEGARA

≈ Rp3.005 Triliun
OUT: TOTAL BELANJA NEGARA
≈ Rp3.621 Triliun
├── Pendidikan: ± Rp724 triliun
├── Kesehatan: ± Rp218 triliun
├── Pertahanan: ± Rp166 triliun
├── Kepolisian
├── Infrastruktur: ± Rp400 triliun
├── Perlindungan Sosial: ± Rp500 triliun
├── Transfer ke Daerah: ± Rp919 triliun
├── Subsidi: ± Rp300 triliun
├── Ketahanan Pangan: ± Rp150 triliun
├── Pembayaran Bunga Utang: ± Rp550 triliun
├── Gaji ASN
├── Operasional K/L
├── Lingkungan Hidup
├── Kehutanan
├── Kelautan
├── Pertanian
├── Perikanan
├── Energi
├── UMKM
├── Agama
├── Kebudayaan
├── Pariwisata
├── Riset
└── Program Nasional lainnya
SIAPA YANG MENERIMA MANFAAT APBN?

Secara langsung maupun tidak langsung, hampir seluruh lapisan masyarakat menerima manfaat APBN, antara lain:

Siswa dan mahasiswa (melalui BOS, KIP, beasiswa, sekolah dan perguruan tinggi negeri).
Pasien dan masyarakat (melalui layanan kesehatan, rumah sakit, dan dukungan pembiayaan BPJS).
Petani, nelayan, dan pelaku UMKM (subsidi, bantuan, dan program pemberdayaan).
Pemerintah daerah (melalui transfer ke daerah dan dana desa).
Aparatur negara, TNI, dan Polri (gaji, operasional, dan penguatan kapasitas).
Masyarakat umum (melalui pembangunan jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, bandara, irigasi, dan infrastruktur lainnya).

Dengan demikian, APBN berfungsi sebagai instrumen utama pemerintah untuk membiayai pelayanan publik, pembangunan nasional, perlindungan sosial, pertahanan dan keamanan, serta pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
-------------------

BUMN & SDA

BUMN: BADAN USAHA MILIK NEGARA 100 Triliun
Penerimaan negara dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berasal dari beberapa sumber utama, yaitu dividen (laba yang disetor ke negara), pajak yang dibayarkan BUMN, dan penerimaan lain yang terkait dengan kegiatan usaha BUMN.

Berapa penerimaan negara dari BUMN?

Jika yang dimaksud adalah setoran dividen BUMN ke APBN, besarannya dalam beberapa tahun terakhir adalah:

Tahun Dividen BUMN ke Negara
2022 ± Rp40 triliun
2023 ± Rp81 triliun
2024 ± Rp86 triliun
2025 (target APBN) sekitar Rp90 triliun

Di luar dividen tersebut, BUMN juga menyetor:

Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Bea Masuk dan Bea Keluar (untuk BUMN tertentu)
Penerimaan lainnya

Jika dividen dan pajak digabungkan, kontribusi seluruh BUMN terhadap penerimaan negara mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, meskipun angka pastinya bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan dan kondisi ekonomi.

Apa yang termasuk BUMN?

Menurut undang-undang, BUMN adalah perusahaan yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara.

BUMN dikelompokkan ke berbagai sektor.

1. Energi dan Pertambangan
PT Pertamina (Persero)
PT PLN (Persero)
PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)

Anggota holding MIND ID antara lain:

PT Aneka Tambang Tbk
PT Bukit Asam Tbk
PT Timah Tbk
PT Freeport Indonesia

2. Perbankan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

3. Asuransi dan Keuangan
PT Pegadaian
PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
PT Jasa Raharja

4. Telekomunikasi
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

5. Transportasi
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
PT Angkasa Pura Indonesia

6. Konstruksi
PT Hutama Karya (Persero)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk

7. Pupuk dan Pangan
PT Pupuk Indonesia (Persero)
Perum BULOG
PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD)

8. Farmasi dan Kesehatan
PT Bio Farma (Persero)
PT Kimia Farma Tbk
PT Indofarma Tbk

9. Kehutanan
Perum Perhutani

10. Pariwisata
PT Hotel Indonesia Natour
Berapa jumlah BUMN?

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah melakukan restrukturisasi besar-besaran melalui pembentukan holding. Akibatnya, jumlah perusahaan BUMN menurun dari lebih dari 100 menjadi sekitar 65 perusahaan (belum termasuk anak perusahaan dan cucu perusahaan BUMN yang jumlahnya mencapai ratusan).

BUMN penyumbang dividen terbesar

BUMN yang secara historis menjadi penyumbang dividen terbesar antara lain:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
PT Pertamina (Persero)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)

Sektor perbankan, energi, telekomunikasi, dan pertambangan merupakan kontributor utama laba dan dividen BUMN kepada negara.
---------
SDA: SUMBER DAYA ALAM 150 Triliun
PNBP: PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

Pemasukan negara dari Sumber Daya Alam (SDA) terutama berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pajak dan dividen dari perusahaan yang mengelola SDA. Besarnya berubah setiap tahun tergantung harga komoditas dunia, volume produksi, dan kebijakan pemerintah.

Perkiraan Penerimaan Negara dari SDA
Pada beberapa tahun terakhir, penerimaan SDA berada pada kisaran berikut:
Tahun Penerimaan SDA (PNBP)
2022 ± Rp226 triliun
2023 ± Rp173 triliun
2024 ± Rp165–170 triliun (realisasi sekitar kisaran ini)

Di luar PNBP tersebut, negara juga menerima:
Pajak Penghasilan (PPh) dari perusahaan tambang, migas, dan kehutanan.
PPN dan pajak daerah tertentu.
Dividen dari BUMN seperti PT Pertamina (Persero), PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), dan perusahaan negara lainnya.

Jika seluruh penerimaan terkait sektor SDA dihitung (PNBP, pajak, dan dividen), kontribusinya terhadap APBN mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

APA SAJA YANG TERMASUK SUMBER DAYA ALAM (SDA)?
SDA adalah seluruh kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara umum terdiri dari:

1. SDA Energi
Minyak bumi
Gas alam
Batu bara
Panas bumi (geothermal)
Uranium (potensi terbatas)

2. SDA Mineral
Emas
Perak
Tembaga
Nikel
Timah
Bauksit
Bijih besi
Mangan
Krom
Kobalt
Silika
Pasir kuarsa
Batu kapur
Marmer
Granit

3. SDA Kehutanan
Kayu
Rotan
Bambu
Getah
Damar
Gaharu
Madu hutan
Tanaman obat

4. SDA Perikanan dan Kelautan
Ikan laut
Ikan air tawar
Udang
Kepiting
Lobster
Rumput laut
Kerang
Mutiara
Garam
Terumbu karang (jasa ekosistem)

5. SDA Pertanian
Padi
Jagung
Kedelai
Sayuran
Buah-buahan

6. SDA Perkebunan
Kelapa sawit
Karet
Kopi
Kakao
Teh
Tebu
Kelapa
Cengkih
Pala
Lada

7. SDA Peternakan
Sapi
Kerbau
Kambing
Domba
Ayam
Itik

8. SDA Air
Sungai
Danau
Waduk
Mata air
Air tanah

9. SDA Tanah
Lahan pertanian
Lahan perkebunan
Lahan permukiman
Lahan industri

10. SDA Hayati
Flora
Fauna
Keanekaragaman hayati
SDA yang menjadi penyumbang terbesar penerimaan negara

Kontributor utama penerimaan negara dari SDA selama beberapa tahun terakhir adalah:

Minyak dan gas bumi (migas).
Batu bara.
Nikel.
Tembaga.
Emas.
Timah.
Kehutanan.
Perikanan.
Panas bumi.
Mineral lainnya.

Secara keseluruhan, migas dan pertambangan mineral/batu bara merupakan penyumbang terbesar penerimaan negara dari SDA, sedangkan sektor kehutanan, perikanan, dan panas bumi memberikan kontribusi yang lebih kecil tetapi tetap penting bagi pendapatan negara serta pembangunan daerah.

Wednesday, 29 July 2026

FOOD & BEVERAGES

 


FOOD & BEVERAGES

*10 KATEGORI F&B PALING LAKU + SEHAT UNTUK JUALAN*
*1. MAKANAN POKOK* 🍚
*Paling Laku: Beras & Olahan Gandum*
1. *Beras* → Beras Premium, Beras Merah, Beras Shirataki.
`Kenapa sehat`: Beras merah = tinggi serat. Shirataki = 0 kalori buat diet
`Brand`: Sania, Ramos, Tani
2. *Tepung Gandum/Terigu* → Segitiga Biru, Cakra Kembar, Kunci Biru
`Kenapa sehat`: Sekarang semua sudah *difortifikasi* Vitamin B, Zat Besi
`Dipakai buat`: Roti, mie, kue
3. *Mie Instan Sehat* → Mie Goreng Sayur, Mie Shirataki
`Brand`: Indomie, Sarimi, Lemonilo
*2. MINUMAN POKOK* 💧
*Paling Laku: Air Putih Kemasan*
1. *Air Mineral* → Aqua, Club, Ades, Le Minerale
`Kenapa sehat`: 0 kalori, wajib buat hidrasi. Paling laku nomor 1
`Margin`: Untung 500-1000rb per dus
2. *Susu UHT* → Indomilk, Ultra Milk, Greenfields
`Kenapa sehat`: Protein + Kalsium + Fortifikasi Vitamin D
*3. BUAH-BUAHAN* 🍎
*Paling Laku*: Infused Water, Jus 100% Tanpa Gula
*4. HEWAN TERNAK* 🐄
*Paling Laku*: Telur Ayam, Yoghurt Drink, Susu Low Fat
*5. IKAN LAUT/KOLAM* 🐟
*Paling Laku*: Sarden Kaleng, Abon Ikan, Nugget Ikan
*6. SAYUR/TUMBUH-TUMBUHAN* 🥦
*Paling Laku*: Salad Jar, Keripik Sayur Panggang
*7. KECAP*
*Paling Laku*: Kecap Manis Less Sugar → Bango, ABC, Indofood
*8. SAOS & SAMBAL*
*Paling Laku*: Saos Tomat ABC, Sambal Botol Indofood
*9. BUMBU MASAK*
*Paling Laku*: Bumbu Racik Non MSG → Indofood, Sajiku, Kobe
*10. MINYAK, GULA, GARAM*
*Paling Laku*: Minyak Bimoli Fortifikasi, Gula Rendah GI, Garam Yodium
---------
*PAKET "WARUNG SEHAT LENGKAP" VERSI 2026*
Kalau mau buka warung modal pas-pasan, stok 15 item ini dulu. Dijamin muter tiap hari:
**Kategori** **3 Produk Wajib**
**Pokok** **Beras Premium, Tepung Segitiga Biru, Air Mineral Aqua/Club**
**Lauk** **Telur Ayam, Sarden, Minyak Bimoli**
**Bumbu** **Kecap Bango, Saos ABC, Bumbu Racik**
**Sehat Premium** **Yoghurt, Indomie Sayur, Salad Jar**
*KENAPA 3 INI WAJIB BANGET:*
1. *Beras* → 1 KK pasti beli 1x sebulan. Omzet paling besar
2. *Air Mineral* → Laku tiap hari. Cuaca panas = habis terus
3. *Telur* → Protein termurah. Dari anak kos sampai ibu rumah tangga beli
*Tips:*
1. *Pilih yg "Fortifikasi"* → Beras, Tepung, Minyak, Susu sekarang banyak yg tambah Vitamin
2. *Sedia varian "Sehat"* → Beras Merah + Beras Putih. Aqua + Infused Water
3. *Harga 2 tier* → Ada yg murah meriah + ada yg premium sehat
-----
*PRODUK "BUMBU & PELENGKAP" YANG PALING LAKU + SEHAT*
*1. KECAP*
*Paling laku*: *Kecap Manis*
1. *Brand besar*: Bango, ABC, Indofood Kecap Manis
2. *Kenapa sehat*: Pilih varian "Rendah Gula" / "Less Salt". Ada juga kecap yang difortifikasi zat besi
3. *Margin*: Kebutuhan wajib. 1 rumah habis 1-2 botol/bulan. Untung 15-20%
*2. SAOS TOMAT & SAOS SAMBAL*
*Paling laku*: *Saos ABC, Saos Indofood, Sambal ABC*
1. *Kenapa laku*: Buat gorengan, mie, bakso. Anak-anak suka
2. *Kenapa sehat*: Pilih "No Pengawet" atau "Tomato 100%". Sekarang ada varian "Less Sugar"
3. *Margin*: Perputaran super cepat. Wajib ada di warung
*3. CABAI/LOMBOK OLAHAN*
*Paling laku*: *Sambal Botol / Sambal Kemasan*
1. *Brand*: Sambal Indofood, ABC Sambal, Finna
2. *Kenapa laku*: Orang males ulek. Praktis
3. *Kenapa sehat*: Pilih "Tanpa Pengawet". Bisa juga jual *Cabai Kering / Bumbu Tabur Cabe* buat cemilan
4. *Margin*: Homemade bisa 70-100%. Kemasan pabrik untung 20-30%
*4. BUMBU MASAK INSTAN*
*Paling laku*: *Bumbu Racik, Sajiku, Indofood Bumbu Spesial*
1. *Kenapa laku*: Ibu-ibu sibuk. Masak 10 menit jadi
2. *Kenapa sehat*: Sekarang ada "Bumbu Non MSG" / "Bumbu Rempah Alami"
3. *Contoh*: Bumbu Racik Tempe, Ayam Goreng, Sayur Asem, Rendang
4. *Margin*: Kecil per sachet tapi volume gede banget
*5. TELUR AYAM*
*Paling laku*: *Telur Ayam Negeri / Telur Omega*
1. *Kenapa laku*: Protein murah. Dibutuhkan tiap hari
2. *Kenapa sehat*: Protein lengkap. Pilih "Telur Omega" = ada Omega-3 nya
3. *Margin*: Jual per kg/tray. Untung 2rb-5rb/tray. Perputaran paling cepat
*RANGKUMAN 9 KATEGORI F & B PALING LAKU*
**Kategori** **Produk Andalan Sehat** **Kenapa Wajib Jual**
**1. Buah** Infused Water, Jus 100% Tren detox, margin tinggi
**2. Ternak** Yoghurt, Susu Low Fat Repeat order harian
**3. Ikan** Abon Ikan, Sarden Omega-3, tahan lama
**4. Sayur** Salad Jar, Keripik Sayur Target diet & kantor
**5. Kecap** Kecap Manis Less Sugar Kebutuhan pokok
**6. Saos** Saos Tomat, Sambal Botol Pelengkap semua makanan
**7. Bumbu** Bumbu Racik Non MSG Praktis, ibu-ibu cari ini
**8. Telur** Telur Ayam, Telur Omega Protein murah
**9. Minyak/Gula** Minyak Goreng Fortifikasi, Gula Rendah GI Pokok dapur
*KESIMPULAN BUAT JUALAN:*
Kalau mau buka warung/toko, *5 produk wajib* yang perputarannya paling kenceng:
1. *Telur Ayam*
2. *Kecap Manis Bango/ABC*
3. *Saos ABC + Sambal*
4. *Bumbu Racik Indofood*
5. *Minyak Bimoli Fortifikasi*
Tambah 1-2 produk "sehat premium" buat naikin nilai: *Yoghurt + Salad Jar*
-------
*4 PRODUK PALING LAKU + MENYEHATKAN*
*1. DARI BUAH-BUAHAN* 🍊
*Paling Laku: Jus Botol 100% Buah Tanpa Gula / Infused Water*
1. *Kenapa laku*: Semua umur butuh, bisa buat sarapan, diet, acara. Tren "detox" masih tinggi
2. *Kenapa sehat*: Vitamin C, antioksidan, serat. Tanpa gula & pengawet
3. *Contoh produk*: Jus Jeruk, Jus Alpukat, Infused Water Lemon + Mint
4. *Margin*: Modal 5rb/botol → Jual 15rb-20rb
*2. DARI BINATANG TERNAK* 🐄🐔
*Paling Laku: Yoghurt Drink / Susu UHT Rendah Lemak*
1. *Kenapa laku*: Minuman wajib anak sekolah, kantor, ibu hamil. Repeat order tinggi
2. *Kenapa sehat*: Protein, Kalsium, Probiotik buat pencernaan. Pilih yg "low sugar"
3. *Contoh produk*: Cimory Yogurt Drink, Indomilk Low Fat, Greenfields Plain
4. *Margin*: Ambil dari distributor. Untung 15-25% per botol
*3. DARI IKAN LAUT/KOLAM* 🐟
*Paling Laku: Sarden Kaleng / Abon Ikan / Nugget Ikan*
1. *Kenapa laku*: Tahan lama, praktis, lauk murah. Omega-3 lagi dicari buat otak & jantung
2. *Kenapa sehat*: Tinggi protein, Omega-3, rendah lemak jahat
3. *Contoh produk*: Sarden ABC, Abon Tuna, Nugget Ikan Tuna
4. *Margin*: Kalengan untung 20-30%. Abon/nugget homemade bisa 60-80%
*4. DARI SAYUR/TUMBUH-TUMBUHAN* 🥦
*Paling Laku: Salad Jar / Rice Bowl Sayur + Protein*
1. *Kenapa laku*: Anak kantor, diet, gym. Praktis tinggal makan
2. *Kenapa sehat*: Tinggi serat, vitamin, rendah kalori. Bisa pakai beras merah
3. *Contoh produk*: Salad sayur + ayam panggang + dressing yogurt. Keripik sayur panggang
4. *Margin*: Modal 12rb → Jual 25rb-35rb
*PAKET "4 SEHAT 5 SEMPURNA MODERN" BUAT JUALAN*
Biar keranjang belanja naik, jual 1 paket ini:
**Kategori** **Produk Andalan** **Target Pembeli**
**Buah** **Infused Water 1L** Ibu-ibu, kantor
**Ternak** **Yoghurt Drink 250ml** Anak sekolah, gym
**Ikan** **Abon Ikan Tuna 100gr** Lauk praktis keluarga
**Sayur** **Salad Jar Ayam** Diet, anak kantor
*Tips Biar Cepat Laku:*
1. *Label "Sehat"*: Tulis "Tanpa MSG, Tanpa Pengawet, Tinggi Protein/Serat"
2. *Tempat titip*: Gym, klinik, sekolah, kantor, warung sehat
3. *Mulai kecil*: Tes dulu Infused Water + Salad Jar. Modal paling kecil
---------
KHASIAT & DALIL MAKANAN & MINUMAN

FOOD & BEVERAGES

https://www.kholidefendi.com/2026/07/food-beverages.html

“Barangsiapa yang berada dalam keadaan AMAN di tengah kaumnya, SEHAT TUBUHNYA, ada yang akan DIMAKAN hari itu maka sepertinya DUNIA telah digiring kepadanya dengan segala isinya.” (Tirmidzi) 


MAKANAN PLG SEHAT:

Telur, tahu, tempe, ikan laut

SAYURAN PLG SEHAT:

Timun, brokoli, daun kelor, kemangi, terong ungu

MINUMAN PLG SEHAT:

Air putih, air kelapa, teh bunga Rosela, teh hijau

BUAH PLG SEHAT:

Pepaya, alpukat, nanas, apel

REMPAH PLG SEHAT:

Kunyit, jahe, cengkeh, bawang putih, serai, kayu manis


KURMA & AIR ZAMZAM

https://www.kholidefendi.com/2026/02/susu-madu-anggur-kurma.html

KURMA

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ  

«يَا عَائِشَةُ، بَيْتٌ لاَ تَمْرَ فِيهِ، جِيَاعٌ أَهْلُهُ»  

قَالَهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا

Dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:  

"Wahai Aisyah, rumah yang tidak ada KURMA di dalamnya, maka penghuninya akan kelaparan."  Beliau mengucapkannya 2 atau 3 kali. (HR. Muslim,Tirmidzi & Ibnu Majah)

-----

AIR ZAMZAM

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ، وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ»

Rasulullah ﷺ bersabda: "AIR ZAMZAM itu sesuai NIAT orang yang meminumnya."  

Dan: "Sebaik-baik air di muka bumi adalah AIR ZAMZAM.. Di dalamnya ada MAKANAN untuk yang lapar dan OBAT untuk yang sakit." (HR. Ibnu Majah, Ahmad & Al-Hakim)

“Aku membersihkan darah-darah akibat pemukulan itu dengan air ZAM-ZAM, lalu aku meminum air ZAM-ZAM, selama tiga puluh hari di antara siang dan malam hanya mengkonsumsi air ZAM-ZAM tanpa makan, sehingga KEMBUNG hingga lehet perutku mekar dan saya tidak merasakan PERUTKU LEMAH karena LAPAR.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud)

--------

MADU

”MADU adalah penawar bagi setiap penyakit, dan AL-QUR’AN adalah penawar bagi penyakit yang terdapat di dalam dada (HATI), maka hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembukan penyakit dengan MADU dan AL-QUR’AN.” (Ibnu Majah dan Al-Hakim)

BERAS & GANDUM

”BERAS GANDUM adalah dapat menenangkan JIWA penderita dan menghilangkan KESEDIHAN.” (HR Bukhari dan Muslim)

SUSU

“Barang siapa yang diberikan minuman SUSU oleh Allah; maka hendaklah ia membaca; yaa Allah, berikanlah BERKAH-Mu pada minuman ini dan tambahkanlah KARUNIA-Mu dari jenis minum ini, karena sesungguhnya air SUSU tidak dapat ditandingi dari semua jenis makanan dan minuman.” (HR An-Nasai)

----------------

1. ”Barang siapa yang banyak BERSEDIH maka fisiknya akan mengalami SAKIT.” (HR Ahmad) 

2. ”AL-TALBINAH adalah penawar untuk HATI yang sakit, ia dapat menghilangkan berbagai macam KESEDIHAN.” (Bukhari dan Muslim) 

3. ”CENDAWAN sebangsa AL-MANN airnya dapat menyembuhkan MATA.” (HR Bukhari, Muslim dan Turmudzi) 

4. ”Barang siapa yang senantiasa meminta ampunan (BERISTIGHFAR) maka Allah akan melapangkan dirinya dari KESUSAHAN, dan memberikanjalan keluar dari KESEMPITAN, serta KARUNIA (REZEKI) yang tiada disangka-sangka.”(HR Muslim) 

-------------------------------------------------

STMJ: SUSU TELUR MADU JAHE

MANFAAT GABUNGAN STMJ, Kalau Diminum Tepat

1.  NAMBAH STAMINA & ANTI CAPEK

    Kombinasi karbo cepat dari madu + protein dari susu+telur + ginseng = energi naik + tahan lama. Cocok buat yang kerja fisik, ronda malam, atau habis lembur.

2.  MENGHANGATKAN  BADAN

    Jahe + ginseng sifatnya panas. Makanya enak banget diminum pas musim hujan, badan masuk angin, atau di daerah dingin kayak Bringin malam hari.

3.  DAYA TAHAN TUBUH

    Madu + jahe = antibakteri/antivirus alami. Susu + telur = protein buat bikin antibodi. Jadi badan nggak gampang drop.

4.  FOKUS & MOOD LEBIH BAIK

    Ginseng bantu lawan stres mental. Telur ada kolin buat otak. Madu naikin serotonin dikit. Efeknya: nggak gampang lesu.

5.  NAPSU MAKAN & BB NAIK

    Kalorinya tinggi. 1 gelas STMJ komplit bisa 300-450 kalori. Cocok buat yang susah gemuk.