IT and Management

We provide end to end solutions including ERP Application Softwares (SAP, Oracle, Microsoft Dynamics, JDEdwards, Peoplesoft and Hyperion), Hardware System Infrastructure, networking infrastructure, Security solutions, Storage Management and Disaster Recovery, Access Infrastructure (Citrix Solution Advisor – Gold Partner), Printing Solutions, Enterprise Reporting, Acrobat Family and Print/Web publishing, Authoring and design, CAD Productivity.

Industry

Industry is the production of an economic good or service within an economy. Manufacturing industry became a key sector of production and labour in European and North American countries during the Industrial Revolution, upsetting previous mercantile and feudal economies. This occurred through many successive rapid advances in technology, such as the production of steel and coal.

Government

A government is the body within an organization that has the authority to make and enforce rules, laws and regulations, control and direct the actions or behavior of the individuals within the organization and deal with everyday administrative issues.

Education

Education today involves many challenges, from preparing students to join the workforce to meeting stringent legislative requirements. Administrators, instructors, and researchers turn to SAP, Oracle, PeopleSoft or Microsoft Dynamics for the products and services they need to achieve success in these and many other areas.

Property

Property management is the operation, control, and oversight of real estate as used in its most broad terms. Management indicates a need to be cared for, monitored and accountability given for its useful life and condition. Property management involves the processes, systems and manpower required to manage the life cycle of all acquired property as defined above including acquisition, control, accountability, responsibility, maintenance, utilization and disposition.

Kholid Efendi.

More than 20+ years of accumulated experience in the presales, implementation and management of Financials, Supply Chain, Manufacturing, Property Management, Enterprise Assets Management EDW/BI and Projects Management involving various ERP Software’s like SAP. Oracle, and Microsoft Dynamics. Expertise in marketing communication and digital marketing. We are competencies on IT and Management, Industry, Property, Government and Education. We also provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

Kholid Efendi

We provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

Friday, 9 October 2026

HIDAYAH MILIK ALLAH

 


HIDAYAH MILIK ALLAH

Lengkapnya seperti ini - untuk pengingat bahwa Hidayah milik Allah, bukan milik Nabi sekalipun:


1. NABI MUHAMMAD ﷺ tidak bisa mengajak pamannya

Namanya *Abu Thalib bin Abdul Muthalib* (nama aslinya Abdu Manaf).


Padahal Abu Thalib yang membesarkan dan melindungi Nabi dari kecil sampai beliau jadi Rasul. Nabi terus mendakwahinya sampai detik-detik wafat, tapi Abu Thalib tetap di atas agama Abdul Muthalib.


Turun ayat:

Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki._ *(QS. Al-Qash: 56)*


Paman beliau yang lain, *Abu Lahab bin Abdul Muthalib* juga memusuhi dakwah Nabi.


2. NABI IBRAHIM AS tidak bisa mengajak bapaknya

Namanya Azar


Nabi Ibrahim dengan sangat lembut mengajak bapaknya meninggalkan berhala, tapi Azar menolak bahkan mengancam akan merajam Ibrahim.

...Wahai ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat...(QS. Maryam: 42-45)


3. NABI NUH AS tidak bisa mengajak anaknya

Namanya Kan'an bin Nuh (dalam sebagian riwayat disebut Yam).


Nabi Nuh berdakwah 950 tahun. Saat banjir besar datang, Nabi Nuh memanggil anaknya untuk naik ke kapal, tapi anaknya menolak dan memilih naik ke gunung.

...Wahai anakku! Naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.(QS. Hud: 42-43)


Sempurnanya / yang lainnya:


4. NABI NUH AS & NABI LUTH AS tidak bisa mengajak istrinya

Istri Nabi Nuh namanya Wailah dan Istri Nabi Luth namanya Wahilah / Walihah.


Keduanya berkhianat, tidak beriman kepada suaminya yang seorang Nabi.

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth...(QS. At-Tahrim: 10)


5. NABI LUTH AS tidak bisa mengajak kaumnya, termasuk istrinya yang menjadi pengkhianat dengan memberitahu kaum Sodom jika ada tamu laki-laki tampan di rumah Luth.


6. ASIYAH binti Muzahim (ISTRI FIR'AUN) tidak bisa mengajak suaminya

Asiyah adalah wanita mulia, Ahli Surga, tapi suaminya Fir'aun adalah manusia paling durhaka yang mengaku Tuhan.


Dari sini kita belajar: Tugas kita hanya menyampaikan, mengajak, mendoakan. Hasilnya serahkan kepada Allah. Jangan pernah lelah berdakwah kepada keluarga, tapi jangan pula berputus asa jika belum diterima.



Tuesday, 29 September 2026

IMAM/PEMIMPIN DALAM AL-QUR'AN

IMAM/PEMIMPIN

https://www.kholidefendi.com/2024/04/imampemimpin.html?m=1

Penjabaran lengkap konsep Pemenangan Imam/Pemimpin yang Takwa untuk Pilkades/Pilkada/Pileg/Pilpres/Dll, dengan Tujuan Bahagia Dunia & Akhirat, Modal Takwa, dan Alat SPSS.

TAKWA SEHAT KAYA BAHAGIA

https://www.kholidefendi.com/2024/04/sehat-takwa-kaya-bahagia.html?m=1

I. KONSEP BESAR: IMAM/PEMIMPIN DALAM AL-QUR'AN

Dalam perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, kepemimpinan bukan terutama soal kekuasaan, tetapi amanah dan tanggung jawab terhadap manusia di bawah kewenangannya.

Allah berfirman:

1. Kepemimpinan = AMANAH + KEADILAN

QS. An-Nisa' 4:58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا ۖ وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Dua fondasi utama kepemimpinan:

AMANAH → KEADILAN

Amanah berarti kewenangan, jabatan, anggaran, sumber daya dan kepercayaan masyarakat tidak boleh diperlakukan sebagai milik pribadi.


II. TUJUAN KEPEMIMPINAN

Dalam kerangka yang dibuat, tujuan akhirnya adalah:

TAKWA → FALAH → SURGA

1. Takwa membawa kepada kemenangan

QS. Al-Baqarah 2:5

أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung/ Sukses & Bahagia.” 

2. Orang bertakwa memperoleh kemenangan

QS. An-Naba' 78:31

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.” 

Kata مَفَازًا (mafāzan) berkaitan dengan keberhasilan/keselamatan dan dalam konteks ayat-ayat berikutnya adalah keselamatan orang bertakwa dan kenikmatan yang Allah sediakan bagi mereka.

3. Ketaatan + takut kepada Allah + takwa = الفوز

QS. An-Nur 24:52

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

Jadi, secara konseptual:

Kepemimpinan Islami tidak berhenti pada kemenangan politik; orientasinya harus melampaui kemenangan dunia menuju keberhasilan di sisi Allah.


III. MODAL KEPEMIMPINAN: TAKWA

QS. Al-Baqarah 2:197

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Ayat ini memberikan konsep yang sangat kuat:

PERJALANAN → MEMBUTUHKAN BEKAL → BEKAL TERBAIK = TAKWA

Jika diterapkan sebagai kerangka etika kepemimpinan:

Bekal pemimpinBentuk
ImanKeyakinan kepada Allah
TakwaTaat dan menjauhi larangan
IlmuKompetensi
AmanahTidak menyalahgunakan jabatan
AdilTidak diskriminatif
SidqJujur
SyuraMusyawarah
IhsanMemberikan pelayanan terbaik
SabarMenghadapi tekanan
TawakalBerserah kepada Allah setelah ikhtiar

IV. NIAT: KEBAIKAN MASYARAKAT

“Niat supaya masyarakat/penduduknya iman dan takwa”

dapat diperkuat dengan QS. Al-A'raf 7:96.

QS. Al-A'raf 7:96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka karena apa yang mereka kerjakan.”

Ini merupakan salah satu ayat paling kuat untuk tema yang disusun:

IMAN + TAKWA → BARAKAH

Tetapi perlu dicatat: ayat ini berbicara tentang penduduk negeri secara umum, bukan secara khusus tentang seorang kepala daerah atau kandidat politik.


V. “BERKAH LANGIT DAN BUMI”

Konsep berkah jangan dipersempit menjadi uang.

Dapat mencakup berbagai kebaikan yang nyata dalam kehidupan masyarakat, seperti:

  • keamanan;

  • kesehatan;

  • pendidikan;

  • pangan;

  • pekerjaan;

  • perdagangan;

  • pertanian;

  • perikanan;

  • peternakan;

  • keluarga yang baik;

  • ilmu;

  • ketenteraman;

  • lingkungan;

  • hubungan sosial;

  • kesempatan ekonomi;

  • serta kebaikan akhirat.

Dengan demikian, konsep pembangunan dapat dirumuskan:

IMAN + TAKWA → BARAKAH → KEMASLAHATAN MASYARAKAT

Data/ SPSS dapat mengukur sebagian dampak sosial-ekonomi, sedangkan konsep barakah mempunyai dimensi keagamaan yang lebih luas.


VI. DUNIA + AKHIRAT: TUJUAN FINAL

QS. Al-Baqarah 2:201

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Ini sangat cocok dijadikan tujuan akhir kerangka Anda:

HASANAH DUNIA + HASANAH AKHIRAT + KESELAMATAN DARI NERAKA


VII. PEMIMPIN HARUS ADIL

Ini merupakan salah satu tema terpenting.

QS. An-Nisa' 4:135

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabat...”

Implikasinya untuk kepemimpinan:

KEADILAN TIDAK BOLEH BERGANTUNG PADA:

  • kaya/miskin;

  • keluarga/nonkeluarga;

  • pendukung/nonpendukung;

  • kelompok mayoritas/minoritas;

  • teman/lawan;

  • wilayah pusat/pinggiran.

Pemimpin harus mampu menerapkan prinsip:

“Adil bahkan ketika keputusan tersebut tidak menguntungkan diri sendiri.”


VIII. KEADILAN SEBAGAI CIRI PEMIMPIN

Ada hadis yang sangat penting:

HR. Muslim no. 1827

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَىٰ مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil berada di sisi Allah di atas mimbar-mimbar dari cahaya; yaitu mereka yang berlaku adil dalam hukum mereka, terhadap keluarga mereka dan terhadap apa yang mereka kuasai.”

Perawi: Abdullah bin 'Amr رضي الله عنهما
Sumber: Shahih Muslim no. 1827
Status: Shahih.

Ini sangat relevan dengan konsep imam/pemimpin karena mencakup orang yang diberi kewenangan atas suatu urusan.


IX. PEMIMPIN = PELAYAN DAN PENANGGUNG JAWAB

Hadis:

“Setiap kalian adalah pemimpin”

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam/pemimpin adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.”

HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما.

Maka jabatan dapat dirumuskan:

JABATAN = AMANAH + TANGGUNG JAWAB + HISAB

bukan:

JABATAN = KEKUASAAN + FASILITAS + KEUNTUNGAN PRIBADI.


X. PEMIMPIN SEBAGAI “JUNNAH” / PELINDUNG

Hadis Shahih Muslim no. 1841:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya imam/pemimpin adalah pelindung; orang-orang berjuang di belakangnya dan berlindung dengannya. Jika ia memerintahkan takwa kepada Allah dan berlaku adil, maka baginya pahala; dan jika ia memerintahkan selain itu, maka akibatnya menjadi tanggungannya.” 

Konsepnya:

PEMIMPIN → MELINDUNGI → MENEGAKKAN TAKWA → MENEGAKKAN KEADILAN


XI. PEMIMPIN YANG DICINTAI DAN DIDOA-KAN RAKYAT

Bagian materi mengenai “Uji Kesenangan / supaya disenangi, didukung dan didoakan rakyat” memiliki dasar hadis yang sangat jelas.

HR. Muslim no. 1855

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah mereka yang kalian benci dan mereka membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Perawi: 'Auf bin Malik رضي الله عنه
Sumber: Shahih Muslim no. 1855a.

Jadi gagasan Anda:

PEMIMPIN → DICINTAI RAKYAT → RAKYAT MENDOAKAN PEMIMPIN

memang memiliki landasan hadis.

Tetapi “disenangi” dalam hadis ini lebih tepat dipahami dalam konteks hubungan kasih sayang, kebaikan dan doa timbal balik, bukan sekadar popularitas atau survei elektabilitas.


XII. PEMIMPIN HARUS MEMUDAHKAN, BUKAN MENYUSAHKAN

Hadis Shahih Muslim:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

“Ya Allah, siapa yang mengurus suatu urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia; dan siapa yang mengurus suatu urusan umatku lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah kepadanya.”

Perawi: 'Aisyah رضي الله عنها
Sumber: Shahih Muslim.

Ini menjadi prinsip:

PEMERINTAHAN → RAHMAH → RINGAN → MELAYANI → TIDAK MEMBEBANI RAKYAT


XIII. MUSYAWARAH

Salah satu elemen yang perlu ditambahkan kuat dalam materi adalah syura.

QS. Asy-Syura 42:38

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Dan orang-orang yang menerima seruan Tuhannya, melaksanakan salat, sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Maka kepemimpinan bukan:

PEMIMPIN → MEMUTUSKAN SENDIRI

tetapi:

DATA → ILMU → MUSYAWARAH → KEPUTUSAN → IMPLEMENTASI → EVALUASI


XIV. “TIM BERIMAN & BERTAKWA”

QS. Al-Ma'idah 5:56

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut Allah itulah yang memperoleh kemenangan.”

Ayat ini dapat menjadi prinsip membangun lingkungan kerja yang beriman, tetapi perlu hati-hati:

5:56 bukan ayat khusus tentang pembentukan tim kampanye atau tim pemerintahan.

Lebih tepat menjadikannya prinsip moral:

Pemimpin hendaknya bekerja bersama orang-orang yang memiliki integritas iman, amanah, ilmu dan kompetensi.

Dan juga untuk kerja sama secara umum, ayat tambahan adalah:

QS. Al-Ma'idah 5:2

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”

Jadi untuk konsep TEAM, pasangan ayat yang sangat bagus adalah:

QS 5:2 + QS 5:56


XV. ILMU + KOMPETENSI

Kepemimpinan tidak cukup hanya dengan kesalehan pribadi.

Diperlukan:

TAKWA + ILMU + KOMPETENSI + AMANAH

Al-Qur'an memberikan prinsip pemilihan orang yang kompeten melalui kisah Nabi Musa:

QS. Al-Qashash 28:26

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau ambil untuk bekerja adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

Ini dapat dirumuskan:

القَوِيُّ = kompetensi/kemampuan

الأَمِينُ = integritas/amanah

Sehingga sistem pemerintahan ideal memerlukan:

COMPETENCE + INTEGRITY

bukan hanya popularitas.


XVI. SPSS: POSISI YANG TEPAT

Bagian:

SPSS: Statistical Packages for the Social Sciences

sangat menarik jika ditempatkan sebagai alat ilmiah.

Jadi:

AL-QUR'AN & SUNNAH

menentukan nilai, tujuan, etika dan batas moral.

Sedangkan:

DATA + STATISTIK + SPSS

membantu mengukur realitas sosial.

Contohnya:

PrinsipData yang dapat diukur
PendidikanAPK, APM, putus sekolah
Kesehatankematian ibu, stunting, fasilitas kesehatan
Ekonomikemiskinan, pengangguran, pendapatan
Pertanianproduksi, luas panen, produktivitas
Perikananproduksi ikan, nelayan, nilai ekonomi
Peternakanpopulasi dan produksi
Perdaganganomzet, pasar, UMKM
Pesantrenjumlah lembaga, santri, fasilitas
Masjidjumlah, aktivitas, pemberdayaan
Kemiskinanjumlah/proporsi penduduk miskin
Kebahagiaansurvei kesejahteraan subjektif
Kepuasan publikpublic satisfaction survey

Dengan demikian:

WAHYU → NILAI

ILMU → METODE

DATA → BUKTI

STATISTIK → ANALISIS

KEBIJAKAN → IMPLEMENTASI

EVALUASI → PERBAIKAN

Ini membuat gagasan jauh lebih kuat secara akademik.


XVII. “UJI KESENANGAN” & INDIKATOR ILMIAH

SPSS = uji disenangi rakyat

Dan juga

SURVEI KEPUASAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK

Misalnya mengukur:

A. Kepercayaan

  • percaya pada pemerintah;

  • percaya pada integritas pemimpin;

  • percaya pada pelayanan publik.

B. Kepuasan

  • pendidikan;

  • kesehatan;

  • infrastruktur;

  • keamanan;

  • pelayanan administrasi;

  • ekonomi.

C. Keadilan

  • apakah pelayanan dirasakan adil;

  • apakah bantuan tepat sasaran;

  • apakah pembangunan merata.

D. Kesejahteraan

  • pendapatan;

  • pekerjaan;

  • kesehatan;

  • pendidikan;

  • perumahan.

E. Kehidupan sosial

  • gotong royong;

  • keamanan;

  • toleransi;

  • kerukunan.

Dengan demikian SPSS digunakan untuk menguji data, dan Al-Qur'an & Hadis menentukan apakah suatu kandidat “baik menurut Allah”.


XVIII. PEMBANGUNAN: “MAKE HAPPY”

Gagasan:

Be Happy & Make Happy

dapat diterjemahkan ke dalam bahasa kebijakan:

KEBAHAGIAAN PEMIMPIN

→ bersyukur, sehat, amanah, tenang karena menjalankan amanah.

MEMBAHAGIAKAN MASYARAKAT

→ menghadirkan kemaslahatan yang dapat dirasakan masyarakat.

Contoh bidang:

1. Pendidikan

  • sekolah;

  • madrasah;

  • pesantren;

  • beasiswa;

  • guru;

  • literasi.

2. Kesehatan

  • rumah sakit;

  • puskesmas;

  • obat;

  • sanitasi;

  • air bersih.

3. Ekonomi

  • UMKM;

  • perdagangan;

  • industri;

  • koperasi;

  • pasar.

4. Pertanian

  • irigasi;

  • pupuk;

  • bibit;

  • teknologi pertanian;

  • pasar hasil pertanian.

5. Perikanan

  • budidaya;

  • nelayan;

  • pakan;

  • cold storage;

  • pasar.

6. Peternakan

  • bibit;

  • kesehatan hewan;

  • pakan;

  • pengolahan hasil.

7. Infrastruktur

  • jalan;

  • jembatan;

  • bendungan;

  • air;

  • listrik;

  • internet.

8. Sosial-keagamaan

  • masjid;

  • zakat;

  • wakaf;

  • infak;

  • sedekah;

  • pesantren.


XIX. PEMIMPIN JUGA HARUS MENGHINDARI “POLITIK TRANSAKSIONAL”

Infak, sedekah dan pembangunan sosial tidak boleh dijadikan alat membeli dukungan politik.

Perlu dibedakan:

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
→ pelayanan publik yang adil.

dengan:

PEMBERIAN UNTUK MEMBELI DUKUNGAN
→ persoalan etika dan hukum pemilu.

Jadi prinsip Islamnya bukan:

“Berikan sesuatu agar rakyat memilih.”

melainkan:

“Berikan pelayanan karena itu amanah.”


XX. JANGAN MENJADIKAN JABATAN SEBAGAI OBJEK AMBISI

Ini justru hadis yang sangat penting untuk melengkapi materi Anda.

HR. Bukhari 7146 dan Muslim 1652

يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ، لَا تَسْأَلِ الْإِمَارَةَ، فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا، وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan kepemimpinan. Jika engkau mendapatkannya karena memintanya, engkau akan diserahkan kepadanya (tanpa pertolongan); tetapi jika engkau mendapatkannya tanpa memintanya, engkau akan dibantu dalam menjalankannya.”

Ada pula riwayat:

إِنَّا وَاللَّهِ لَا نُوَلِّي عَلَى هَذَا الْعَمَلِ أَحَدًا سَأَلَهُ، وَلَا أَحَدًا حَرَصَ عَلَيْهِ

“Demi Allah, kami tidak memberikan jabatan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi terhadapnya.”

HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al-Asy'ari.

Untuk konteks politik modern, hadis ini dapat menjadi etika pribadi calon/pemegang jabatan, bukan aturan teknis tentang sistem pemilu modern.


XXI. RUMUS YANG PERLU DISEMPURNAKAN

Rumus awal:

Tujuan Takwa & Surga - Modal Takwa - Niat Berkah Rakyat - Tim Beriman - SPSS = Kemenangan & Kebahagiaan Dunia Akhirat

Secara spiritual, gagasan ini menarik. Tetapi secara ilmiah variabel-variabel tersebut tidak mempunyai skala yang sama.

Lebih tepat dibuat menjadi Model Kepemimpinan Islami:

MODEL IMAM/PEMIMPIN

1. TUJUAN
→ Ridha Allah
→ Takwa
→ Falah
→ Surga
→ Hasanah dunia-akhirat

↓

2. NIAT
→ Ibadah
→ Amanah
→ Maslahat masyarakat

↓

3. KARAKTER
→ Iman
→ Takwa
→ Jujur
→ Amanah
→ Adil
→ Sabar
→ Tawakal

↓

4. KOMPETENSI
→ Ilmu agama
→ Ilmu pemerintahan
→ Ekonomi
→ Pendidikan
→ Kesehatan
→ Teknologi
→ Data/statistik
→ Manajemen

↓

5. TIM
→ Orang beriman
→ Amanah
→ Kompeten
→ Profesional

↓

6. PROSES
→ Musyawarah
→ Data
→ Analisis
→ Perencanaan
→ Anggaran
→ Implementasi

↓

7. PROGRAM
→ Pendidikan
→ Kesehatan
→ Ekonomi
→ Pertanian
→ Perikanan
→ Peternakan
→ Perdagangan
→ Infrastruktur
→ Masjid/pesantren
→ Perlindungan sosial

↓

8. OUTPUT
→ Pelayanan publik
→ Pemerataan
→ Keamanan
→ Produktivitas

↓

9. OUTCOME
→ Kesejahteraan
→ Keadilan
→ Ketenteraman
→ Kepuasan masyarakat
→ Kemajuan daerah

↓

10. AKHIR
→ Keberkahan
→ Kebahagiaan dunia
→ Kebahagiaan akhirat
→ Falah.


XXII. RUMUS FINAL YANG LEBIH KUAT

Rumus final materi yang lebih kuat & baik menjadi:

WAHYU + TAKWA + AMANAH + ILMU + KEADILAN + SYURA + DATA + KOMPETENSI + PELAYANAN + EVALUASI

→ KEMASLAHATAN MASYARAKAT

→ KEBAIKAN DUNIA & AKHIRAT

Sedangkan tujuan spiritualnya:

IMAN + TAKWA → BARAKAH → FALAH → HASANAH DUNIA & AKHIRAT

Landasan akhirnya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
QS. Al-Baqarah 2:201


XXIII. PETA AYAT & HADIS “IMAM/PEMIMPIN”

TemaDalil utama
Tujuan/falahQS 2:5
Takwa → kemenanganQS 78:31
Taat + takwa → الفوزQS 24:52
Bekal pemimpinQS 2:197
Dunia + akhiratQS 2:201
Iman + takwa → keberkahanQS 7:96
AmanahQS 4:58
KeadilanQS 4:58; 4:135
Kerja samaQS 5:2
Orang beriman sebagai pendukungQS 5:55–56
MusyawarahQS 42:38
Kompetensi + amanahQS 28:26
Pemimpin bertanggung jawabHR Bukhari
Pemimpin adilHR Muslim 1827
Pemimpin sebagai pelindungHR Muslim 1841
Pemimpin dicintai & didoakanHR Muslim 1855
Jangan menyusahkan rakyatHR Muslim
Tidak meminta jabatanHR Bukhari 7146; Muslim 1652
Tidak memberikan jabatan kepada orang yang berambisiHR Bukhari/Muslim

Kesimpulan konseptual

Materi “IMAM/PEMIMPIN – Fakultas Sosial & Politik” dapat dirumuskan bukan sekadar sebagai materi tentang Pilkades/Pilkada/Pileg/Pilpres,Dll tetapi sebagai:

“Ilmu Kepemimpinan Islami: bagaimana amanah kekuasaan dikelola dengan iman, takwa, ilmu, keadilan, musyawarah, data dan pelayanan untuk menghasilkan kemaslahatan masyarakat serta orientasi kebahagiaan dunia dan akhirat.”

Dan yang sangat penting, untuk konteks Pilkades/Pilkada/Pileg/Pilpres/Dll, kerangka Qur'an-hadis ini sebaiknya dipakai sebagai kerangka etika dan evaluasi kebijakan yang netral, bukan sebagai dalil untuk menetapkan kandidat atau pilihan politik tertentu. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menilai setiap calon berdasarkan amanah, keadilan, integritas, kompetensi, program, rekam jejak, dan bukti kinerja tanpa mengubah ayat menjadi alat kampanye.

www.KholideFendi.Com

www.linkedin.com/in/hfendi

Sunday, 27 September 2026

SPSS: STATISTICAL PACKAGES FOR THE SOCIAL SCIENCES

SPSS: STATISTICAL PACKAGES FOR THE SOCIAL SCIENCES

IMAM/PEMIMPIN

https://www.kholidefendi.com/2024/04/imampemimpin.html?m=1

Ini penjabaran lengkap konsep *Pemenangan Imam/Pemimpin* yang Takwa untuk Pilkades/Pilkada/Pileg/Pilpres/Dll, dengan Tujuan Bahagia Dunia & Akhirat, Modal Takwa, dan Alat SPSS.

TAKWA SEHAT KAYA BAHAGIA

https://www.kholidefendi.com/2024/04/sehat-takwa-kaya-bahagia.html?m=1


1. TUJUAN AKHIR: KEMENANGAN TAKWA & SURGA

https://www.kholidefendi.com/2025/12/kemenangan-takwa-surga.html?m=1

Bukan sekadar menang kursi, tapi menang yang bernilai akhirat.


> *إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا* 

> _"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (surga)."_ *(QS An-Naba 78:31)*


> *أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ*

> _"Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung / menang."_ *(QS Al-Hasyr 59:20)*


> *أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ*

> _"Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung (Sukses & Bahagia Dunia Akhirat)."_ *(QS Al-Baqarah 2:5)*


*Definisi Muflih / Faaizun:* Menang di TPS + Menang di Hisab Allah. Kalau menang di TPS tapi kalah di akhirat karena curang, itu bukan _mafaza_.


2. MODAL & NIATNYA


*a. Modalnya: Takwa (QS 2:197)*


> *فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ*

> _"Sebaik-baik bekal adalah takwa."_


Modal takwa artinya:

- Kampanye jujur, tidak hoax, tidak money politic

- Dana halal, laporan keuangan transparan

- Tidak suap saksi, tidak mark-up suara


*b. Niatnya: Membuat Penduduk Beriman & Bertakwa (QS 7:96 & 3:15)*


> *وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ...*

> _"Jika penduduk negeri beriman & bertakwa, Kami bukakan berkah langit & bumi."_ *(QS 7:96)*


Program kerja Anda harus menjawab: "Apakah program ini membuat rakyat lebih mudah taat?" 

QS 3:15 menjelaskan profil orang bertakwa itu: sabar, jujur, taat, gemar infak, dan istighfar. Itu target pembinaan masyarakatnya.


Maka tujuan Pemerintahan Takwa = *Aman, Bahagia, Sejahtera Dunia Akhirat karena berkah, bukan hanya karena APBN besar.*


3. TIMNYA: KERJASAMA DENGAN ORANG BERIMAN & BERTAKWA (QS 5:2,5:56)


> *وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ*

"Barangsiapa menjadikan Allah, Rasul dan orang beriman sebagai penolongnya, maka sesungguhnya pengikut Allah itulah yang menang." (QS Al-Maidah 5:56)


وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَا لتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ ۖ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya."

(QS. Al-Ma'idah 5:2)


Implementasi: Jangan kerjasama dengan tim yang ahli curang. Bentuk *Hizbullah - Tim Pemenangan Takwa*: isinya orang beriman, ahli masjid, ahli data, ahli ekonomi yang takut hisab.


4. ALAT ILMIAH: SPSS UNTUK MENGUKUR "PEMIMPIN YANG DICINTAI"


Ada Hadis Shahih Muslim:


> *خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ*

> _"Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan kalian."_


Bagaimana mengukur cinta & doa rakyat? Pakai SPSS.


*Implementasi SPSS - Uji Kesenangan / Elektabilitas Takwa:*


*Langkah 1: Buat Kuesioner Variabel Takwa Ekonomi*

Jangan tanya "Pilih siapa?" tapi tanya kebutuhan hidup:

- X1: Program Bagi Hasil Perdagangan (Modal UMKM Syariah)

- X2: Bagi Hasil Perikanan (Cold storage, solar untuk nelayan)

- X3: Bagi Hasil Pertanian (Pupuk, off-taker hasil panen)

- X4: Bagi Hasil Peternakan (Bibit, pakan, koperasi)

- X5: Perbaikan Pendidikan & Pesantren (Sarpras, HRD, Kurikulum, Kesiswaan, Humas dll)

- Y: Tingkat Kesukaan, Dukungan & Doa Rakyat


Ini makna *Infak/Sedekah Produktif* - QS 3:15. Bukan bagi uang Rp 50rb (itu risywah), tapi bagi sistem yang membuat rakyat sejahtera.


*Langkah 2: Olah di SPSS*

1.  *Uji Validitas & Reliabilitas:* Pastikan kuesioner Anda jujur.

2.  *Analisis Frekuensi:* Potensi desa mana yang dominan dagang, tani, atau nelayan.

3.  *Korelasi & Regresi Linier Berganda:* Uji mana program yang paling kuat pengaruhnya terhadap Y (kesukaan rakyat). Misal: Hasil SPSS menunjukkan X3 Pertanian nilai Sig 0.001 paling berpengaruh di Dapil Anda.

4.  *Crosstab Chi-Square:* Apakah program bagi hasil itu benar-benar dirasakan adil oleh semua kelompok?


*Langkah 3: Action - Yang Sebelumnya Diulang & Disempurnakan*

Dari hasil SPSS, Anda tidak tebar janji umum. Tapi eksekusi:

- Di desa nelayan, buat Koperasi Bagi Hasil Perikanan yang *diulang & disempurnakan* dari periode sebelumnya yang gagal.

- Di desa tani, buat BUMDes Pertanian dengan akad Mudharabah yang transparan.


Ketika rakyat merasa hidupnya dibantu secara adil dan halal, muncul *cinta alami* → dukungan alami → doa alami. Itulah kemenangan yang jujur, adil, berkah, dan sesuai Al-Qur'an & Hadis.


RUMUS FINAL


> Tujuan Takwa & Surga (78:31, 24:52, 59:20, 2:5) x Modal Takwa (2:197) x Niat Berkah Rakyat (7:96) x Tim Beriman (5:56) x Alat Data Jujur (SPSS) = Kemenangan & Kebahagiaan Dunia Akhirat. Q2:201

https://www.kholidefendi.com/2020/04/kebahagian-dunia-dan-akherat.html?m=1


Menang karena Allah, dicintai & doa bukan karena dibayar.

Wednesday, 23 September 2026

NIKMAT DUNIA & AKHIRAT SINGKAT

 


NIKMAT DUNIA & AKHIRAT

https://www.kholidefendi.com/2026/08/nikmat-dunia-akhirat.html

TAKWA SEHAT KAYA BAHAGIA

http://khfendi.blogspot.com/2024/04/sehat-takwa-kaya-bahagia.html?m=1

“Tidak mengapa seseorang itu KAYA asalkan BERTAKWA. SEHAT bagi orang yang BERTAKWA itu lebih baik dari KAYA. Dan hati yang BAHAGIA adalah bagian dari NIKMAT.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)


NIKMAT DUNIA AL-QUR'AN

https://www.kholidefendi.com/2025/10/4happy-4takwa.html?m=1

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٲتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَـٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ‌ۗ ذَٲلِكَ مَتَـٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ (١٤) ۞ قُلۡ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيۡرٍ۬ مِّن ذَٲلِڪُمۡ‌ۚ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٲجٌ۬ مُّطَهَّرَةٌ۬ وَرِضۡوَٲنٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ (١٥) ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٦) ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ (١٧)

ALI IMRAN (3:14-17)

DIJADIKAN INDAH pada [pandangan] manusia KECINTAAN kepada apa-apa yang DIINGINI, yaitu: 

1. WANITA-WANITA, 

2. ANAK-ANAK, 

3. HARTA YANG BANYAK DARI JENIS 

  3.1.EMAS, 

  3.2.PERAK, 

  3.3.KUDA PILIHAN, 

  3.4.BINATANG-BINATANG TERNAK DAN 

  3.5.SAWAH LADANG. 

Itulah KESENANGAN hidup di DUNIA dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik [SURGA]. (14) 

Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang LEBIH BAIK dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang BERTAKWA [kepada Allah], pada sisi Tuhan mereka ada SURGA yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan [mereka dikaruniai] isteri-isteri yang disucikan serta KERIDHAAN Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (15) [Yaitu] 

1.orang-orang yang BERDOA: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah BERIMAN, maka AMPUNILAH SEGALA DOSA kami dan PELIHARALAH kami dari SIKSA NERAKA," (16) 

[yaitu] orang-orang yang 

2.SABAR, 

3.YANG BENAR, 

4.YANG TETAP TA’AT, 

5.YANG MENAFKAHKAN HARTANYA [DI JALAN ALLAH], DAN 

6.YANG MEMOHON AMPUN DI WAKTU SAHUR. (17)

NIKMAT DUNIA HADIS

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ. وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.

4 PERKARA TERMASUK DARI KEBAHAGIAAN DUNIA: 

‌1.WANITA (ISTRI) yang shalihah (kalau untuk wanita tentunya LELAKI/SUAMI yg Sholeh), 2.TEMPAT TINGGAL yang luas/ lapang, 3.TETANGGA yang shalih, dan 

‌4.tunggangan (KENDARAAN) yang nyaman. 

Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah) (kalau buat wanita yg bikin sengsara adalah suami yg brengsek), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban)

4 TANDA  HIDUP BAHAGIA DALAM ISLAM

1. Rezeki yang halal

2. Qonaah

3. Mendapat pertolongan Allah Swt.

4. Merasakan MANISNYA IBADAH & Taat pada Allah Swt. (Imam Al Qurtubi)

KESENANGAN DUNIA

 وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٲلِكَ دَحَٮٰهَآ (٣٠) أَخۡرَجَ مِنۡہَا مَآءَهَا وَمَرۡعَٮٰهَا (٣١) وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَٮٰهَا (٣٢) مَتَـٰعً۬ا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَـٰمِكُمۡ (٣٣)

79:30-33:  Dan BUMI sesudah itu dihamparkan-Nya. (30) Ia memancarkan daripadanya MATA AIRNYA dan [menumbuhkan] TUMBUH-TUMBUHANNYA. (31) Dan GUNUNG-GUNUNG dipancangkan-Nya dengan teguh, (32) [semua itu] untuk KESENANGANMU dan untuk binatang-binatang ternakmu. (33)


فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦۤ (٢٤) أَنَّا صَبَبۡنَا ٱلۡمَآءَ صَبًّ۬ا (٢٥) ثُمَّ شَقَقۡنَا ٱلۡأَرۡضَ شَقًّ۬ا (٢٦) فَأَنۢبَتۡنَا فِيہَا حَبًّ۬ا (٢٧) وَعِنَبً۬ا وَقَضۡبً۬ا (٢٨) وَزَيۡتُونً۬ا وَنَخۡلاً۬ (٢٩) وَحَدَآٮِٕقَ غُلۡبً۬ا (٣٠) وَفَـٰكِهَةً۬ وَأَبًّ۬ا (٣١) مَّتَـٰعً۬ا لَّكُمۡ وَلِأَنۡعَـٰمِكُمۡ (٣٢)

80:24-32: maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (24) Sesungguhnya Kami benar-benar telah MENCURAHKAN AIR [dari langit], (25) kemudian Kami belah BUMI dengan sebaik-baiknya, (26) lalu Kami TUMBUHKAN BIJI-BIJIAN di BUMI itu, (27) ANGGUR dan SAYUR-SAYURAN, (28) ZAITUN dan POHON KURMA, (29) KEBUN-KEBUN [yang] lebat, (30) dan BUAH-BUAHAN serta RUMPUT-RUMPUTAN, (31) untuk KESENANGANMU dan untuk binatang-binatang ternakmu. (32)

NIKMAT AKHIRAT

BERBAGAI MACAM NIKMAT KUBUR

https://www.kholidefendi.com/2024/04/next-end.html?m=1

1. Mendapatkan Rezeki di sisi Allah di Surga

2. Mendapatkan Rezeki di sisi Allah di Pintu Surga

3. Ruhnya dikumpulkan bersama Arwah orang-orang beriman di Suatu Tempat di langit

4. Mendapatkan Harum dan Wanginya Surga saat berada di kuburnya

5. Di istirahatkan di kuburnya dari Kepayahan Dunia

 6. Didatangi oleh Amal Baiknya yang menyerupai dirinya di Kuburnya

7. Diluaskan dan diterangi Alam kuburnya

8. Diperlihatkan Surga Pagi dan Sore di Kuburnya

BERBAGAI MACAM NIKMAT SURGA

9 KENIKMATAN YANG DIRASAKAN PENGHUNI SURGA MENURUT AL-QUR'AN 

https://khfendi.blogspot.com/2026/03/9-kenikmatan-yang-dirasakan-penghuni.html?m=1

1. Bisa memandang wajah Allah SWT

2. Menikmati sungai dari air susu, arak dan madu

3. Mendapatkan perhiasan dan pakaian sutra

4. Sesuatu yang diinginkan cepat terkabul, termasuk makanan dan minuman

5. Adanya pelayan di surga

6. Akan damai tanpa ada permusuhan

7. Diberi umur muda

8. Ada bidadari surga

9. Ada Istana yang Megah, Indah & Nyaman

-------

DOA & E-LEADERSHIP

ANTUM MANAGER:

Sabar, Donga Dinonga, Saling Cinta, Adil, Takwa, Tanggung Jawab & Amanah. 

IMAM/PEMIMPIN

https://khfendi.blogspot.com/2024/04/imampemimpin.html?m=1

DOA KEBAIKAN DUNIA & AKHIRAT

http://khfendi.blogspot.com/2020/04/kebahagian-dunia-dan-akherat.html?m=1

 رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

"Ya Tuhan kami, berilah KAMI KEBAIKAN DI DUNIA (Keselamatan, Rezeki, Ilmu yg bermanfaat, amal shalih, dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini) dan KEBAIKAN DI AKHIRAT (Surga), dan lindungilah kami dari azab neraka.""

(QS. Al-Baqarah Ayat 201)

https://khfendi.blogspot.com/2025/01/tempat-dan-waktu-paling-mustajab-untuk.html?m=1

www.KholideFendi.Com

www.linkedin.com/in/hfendi

7 DOA REZEKI, ILMU, KESEHATAN & KEBAHAGIAAN DUNIA & AKHIRAT

 

7 DOA REZEKI, ILMU, KESEHATAN & KEBAHAGIAAN DUNIA & AKHIRAT


1. DOA REZEKI — HIDANGAN DARI LANGIT

Arab:

رَبَّنَآ أَنزِلۡ عَلَيۡنَا مَآٮِٕدَةً۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدً۬ا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً۬ مِّنكَ‌ۖ وَٱرۡزُقۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٲزِقِينَ

Terjemah:

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. Al-Mā’idah [5]: 114)

2. DOA ILMU, REZEKI & KESEMBUHAN

Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Terjemah:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari setiap penyakit.” (HR. Al-Hakim)


3. DOA AMPUNAN, RAHMAT, PETUNJUK, KESEHATAN & REZEKI

Arab:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا، وَارْحَمْنَا، وَاهْدِنَا، وَعَافِنَا، وَارْزُقْنَا

Terjemah:

“Ya Allah, ampunilah kami, rahmatilah kami, berilah kami petunjuk, berilah kami kesehatan/keselamatan, dan berilah kami rezeki.” (HR. Muslim)


4. DOA KESELAMATAN AGAMA, KESEHATAN, ILMU & REZEKI

Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِي سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Terjemah:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan dalam rezeki, taubat sebelum kematian, rahmat ketika kematian, dan ampunan setelah kematian. Ya Allah, ringankanlah bagi kami sakaratul maut, selamatkanlah kami dari neraka, dan berilah kami ampunan pada hari perhitungan.”


5. DOA REZEKI HALAL & KECUKUPAN

Arab:

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Terjemah:

“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal sehingga kami tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah kami dengan karunia-Mu sehingga kami tidak bergantung kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)


6. DOA ILMU BERMANFAAT, REZEKI BAIK & AMAL DITERIMA

Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Terjemah:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)


7. DOA REZEKI HALAL, LUAS & BAIK

Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَا رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا، مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemah:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan kepada kami rezeki yang halal, luas dan baik, tanpa kelelahan, kesulitan, kemudaratan dan kepayahan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”