2:2: Kitab [Al Qur’an] ini tidak ada keraguan padanya; PETUNJUK bagi mereka yang bertakwa,
5:105: Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat PETUNJUK.
HIDAYAH: Ilham, Panca Indera, Akal, Agama dan Syari’at, Taufik
7:96: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan BERTAKWA, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
65:2-4: Barangsiapa yang BERTAKWA kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (2) Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (3) Dan barangsiapa yang BERTAKWA kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (4)
10:62-64: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati. (62) [Yaitu] orang-orang yang BERIMAN DAN MEREKA SELALU BERTAKWA. (63) BAGI MEREKA BERITA GEMBIRA DI DALAM KEHIDUPAN DI DUNIA DAN [DALAM KEHIDUPAN] DI AKHIRAT. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat [janji-janji] Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (64)
3:133:Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada SURGA YANG LUASNYA SELUAS LANGIT DAN BUMI yang disediakan untuk orang-orang yang BERTAKWA,
78:31-36: Sesungguhnya orang-orang yang BERTAKWA mendapat kemenangan,
(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.
Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
52:17: Sesungguhnya orang-orang yang BERTAKWA berada dalam surga dan kenikmatan,
44:51-57: Sesungguhnya orang-orang yang BERTAKWA berada dalam tempat yang aman, (51) [yaitu] di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (52) mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, [duduk] berhadap-hadapan, (53) demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (54) Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman [dari segala kekhawatiran] [3]. (55) mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, (56) sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (57)
14 Kemuliaan Orang Takwa yang Diperoleh di Dunia
https://www.kholidefendi.com/2024/04/balasan-iman-takwa.html
Secara bahasa, takwa berarti ‘takut’, ‘waspada’, atau ‘hati-hati.’ Makna bahasa ini pula yang kemudian berkembang menjadi makna istilahnya, dimana takwa diartikan sebagai rasa takut, waspada, dan hati hati atas apa yang telah ditetapkan Allah, baik perintah maupun larangan. Tak heran bila takwa dipahami sebagai kepatuhan atau ketaatan terhadap perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selanjutnya, al-Ghazali merinci ada 40 keutamaan yang didapatkan orang yang bertakwa: 20 di dunia dan 20 di akhirat.
Berikut ini adalah 20 keutamaan orang takwa yang akan didapatkan di dunia, namun dipadatkan dan digabungkan menjadi 14 poin dengan beberapa penjelasan seperlunya. ad
1. Pertama, mendapat pujian Allah, janji pembalasan dan karunia-Nya.
Bayangkan betapa gembiranya seseorang saat mendapat sanjungan dari makhluk dan nama baiknya disebut-sebut di hadapan khalayak. Lantas bagaimana jika mendapat sanjungan dari Dzat Yang Maha Kuasa. Salah satunya dalam ayat berikut, Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar, (QS. Ali ‘Imran [3]: 171-172).
2. Kedua, mendapat ucapan terima kasih dan penghormatan dari Allah.
Penghormatan dari makhluk saja terkadang membuat seseorang terhormat, merasa bangga dan mulia, bagaimana jika penghormatan itu datang Dzat Yang Maha Mulia.
3. Ketiga, dicintai oleh Allah.
Permintaan apa pun terhadap sang kekasih, pasti diberi. Terlebih jika kekasihnya adalah Dzat yang memiliki segalanya. Hal itu salah satunya diungkapkan dalam ayat berikut, Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, (QS. at-Taubah [9]: 7).
4. Keempat, urusannya ditangani, diatur, dan diawasi langsung oleh Allah,
sebagaimana ayat perintah takwa berikut ini, yang diakhiri dengan janji pengawasan-Nya, Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu, (QS. An-Nisa’ [4]: 1).
5. Kelima, dihilangkan kesulitannya, selalu diberi jalan keluar bagi masalahnya, dan diberi rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka,
sebagaimana firman Allah, Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3).
6. Keenam, selalu ditolong dan dilindungi Allah dari perbuatan orang-orang yang zalim dan berniat buruk.
7. Ketujuh, selalu merasa ditemani dan diberi ketenangan, sehingga tidak takut terhadap keadaan apa pun, tidak takut terhadap perubahan dan kesulitan apa pun.
8. Kedelapan, dianugerahi kemuliaan diri, tidak mau direndahkan atau dilalaikan oleh dunia dan para pemiliknya.
Interaksinya dengan dunia hanya sebatas di tangan saja, tidak sampai ke dalam hati kecuali yang berkaitan dengan urusan akhirat. Dirinya sadar akan ayat yang menyatakan, Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, (QS. Al-An‘am [6]: 32).
9. Kesembilan, selalu diberi kelapangan dan kekayaan hati.
Sedangkan orang yang kaya hati lebih kaya dari orang yang kaya dunia. Hatinya selalu diliputi ketenangan, tidak kaget dengan ujian dan tipu daya makhluk, tidak sedih dengan kehilangan sesuatu, sebab hatinya yakin apa pun yang menimpa Allah berasal dari Allah, sedangkan Dia adalah Dzat yang dicintainya.
10. Kesepuluh, hatinya selalu terang dengan cahaya, petunjuk, rahasia Allah, hikmah, dan ilmu, sebagaimana firman Allah,
Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS. Al-Baqarah [2]: 282).
11. Kesebelas, dicintai, dihormati, bahkan disegani oleh makhluk, baik oleh orang alim maupun orang awam, baik orang yang baik maupun orang yang jahat.
Pasalnya, Allah meletakkan keagungan, kecintaan, dan karismatik pada dirinya, sehingga membuat orang lain segan dan tak berani melakukan sesuatu yang tak pantas.
12. Kedua belas, diberikan keberkahan dalam hidupnya.
Keberkahan sendiri berarti bertambahnya kebaikan terhadap kebaikan yang ada. Keberkahan dalam ilmu, usia, harta, dan keturunan, misalnya. Semakin banyak ilmunya, semakin banyak amalnya. Semakin banyak hartanya, semakin banyak sedekahnya. Dan seterusnya.
13. Ketiga belas, doanya mustajab dan pembicaraannya tajam.
Tidaklah meminta sesuatu kecuali dikabulkan oleh Allah, tidaklah meminta satu pertolongan, kecuali akan ditolong. Tidaklah melontarkan satu sumpah, kecuali akan terjadi.
14. Keempat belas, dibukakannya kunci-kunci kekayaan langit dan bumi.
Apa pun yang diinginkannya, terkabulkan. Ingin makanan tertentu, misalnya, niscaya Allah akan mengabulkannya, baik melalui perantara makhluk maupun perantara malaikat. Bahkan, hewan buas sekalipun tunduk kepadanya. Dua keutamaan terakhir ini lebih sering disebut dengan “karamah”, artinya perkara luar biasa yang mengalir dari tangan orang-orang takwa, orang saleh, takut pada Allah, dan orang-orang yang dikasihi-Nya (wali). Sehingga bilamana perkara itu keluar dari selain orang takwa atau selain orang saleh, maka bukanlah karamah, melainkan khidzlan, istidraj, atau idhlal. (Lihat: al-Ghazali, Minhajul ‘Abidin, [Surabaya: Maktabah Muhammad ibn Ahmad], hal. 104-105). Wallahu a’lam.
29:45: Sesungguhnya shalat itu mencegah dari [perbuatan-perbuatan] KEJI dan MUNGKAR
Ya ALLAH, perlihatkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan kurniakanlah kami untuk dapat mengikutinya. Dan perlihatkanlah kepada kami yang salah itu salah, dan kurniakanlah kami untuk dapat menghindarinya.
Tidak apa-apa dengan KAYA bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari KAYA. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): “Wahai Adam!/manusia Habiskanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku; niscaya Aku isi dadamu dengan perasaan KAYA dan Aku tutup lubang-lubang keMISKINanmu. Dan jika engkau tidak berbuat demikian Aku isi tanganmu dengan kesulitan dan tidak Aku tutup lubang-lubang keMISKINanmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah & Hakim dari Abu Hurairah)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), (5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan (7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Abu Nu’aim, al-Baihaqi).
"Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratus tahun". (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu". (HR.Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)
2. ”MADU adalah penawar bagi setiap penyakit, dan AL-QUR’AN adalah penawar bagi penyakit yang terdapat di dalam dada (HATI), maka hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembukan penyakit dengan MADU dan AL-QUR’AN.” (Ibnu Majah dan Al-Hakim)
3. “Wahai Aisyah bahwa rumah yang tiada KURMA di dalamnya adalah kelaparan bagi penghuninya.” Lalu Nabi berkata lagi, “Bahwa rumah yang tiada KURMA di dalamnyaadalah kelaparan bagi penghuninya.” Hingga Nabi mengatakan kalimat yang sama sampai tiga kali.” (HR.Muslim)
4. “Ada 5 tanda kesucian (kebersihan) seseorang yaitu KHITAN (sunat), memangkas KUMIS, memangkas BULU KETIAK, memotong KUKU, dan memotong BULU KEMALUAN.” (Bukhari & Muslim)
5. ”AL-TALBINAH adalah penawar untuk HATI yang sakit, ia dapat menghilangkan berbagai macam KESEDIHAN.” (Bukhari dan Muslim)
6. “Aku membersihkan darah-darah akibat pemukulan itu dengan air ZAM-ZAM, lalu aku meminum air ZAM-ZAM, selama tiga puluh hari di antara siang dan malam hanya mengkonsumsi air ZAM-ZAM tanpa makan, sehingga KEMBUNG hingga lehet perutku mekar dan saya tidak merasakan PERUTKU LEMAH karena LAPAR.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud)
7. ”Barang siapa yang banyak BERSEDIH maka fisiknya akan mengalami SAKIT.” (HR Ahmad)
8. “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal) yang MENYEDIHKAN dan MENYUSAHKAN, LEMAH DAN MALAS, BAKHIL dan PENAKUT, UTANG (yang menyibukkan pikiran dan mengacaukan hatiku) dan laki-laki yang menindasku.” (HR Bukhari)
9. ”BERAS GANDUM adalah dapat menenangkan JIWA penderita dan menghilangkan KESEDIHAN.” (HR Bukhari dan Muslim)
10. ”CENDAWAN sebangsa AL-MANN airnya dapat menyembuhkan MATA.” (HR Bukhari, Muslim dan Turmudzi)
11. “Barang siapa yang diberikan minuman SUSU oleh Allah; maka hendaklah ia membaca; yaa Allah, berikanlah BERKAH-Mu pada minuman ini dan tambahkanlah KARUNIA-Mu dari jenis minum ini, karena sesungguhnya air SUSU tidak dapat ditandingi dari semua jenis makanan dan minuman.” (HR An-Nasai)
12. Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap ANGGOTA BADAN manusia wajib atasnya SEDEKAH, setiap hari bila terbit matahari engkau damaikan antara dua orang yang berselisih, itu adalah SEDEKAH dan menolong orang berkenaan dengan kendaraannya, engkau mengangkatnya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya, itu adalah SEDEKAH dan setiap langkah untuk shalat adalah SEDEKAH. Dan menyingkirkan sesuatu rintangan dari jalan adalah SEDEKAH.”
(HR. Bukhari & Muslim)
13. Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): Seharusnyalah orang yang BERAKALitu membagi (waktunya) menjadi tiga jam: satu jam untuk BERZIKIR dan BERDOA kepada Allah, satu jam untuk mengadakan perhitungan terhadap DIRINYA SENDIRI dan satu jam lagi untuk keperluan MAKAN & MINUMNYA.” (HR. Ibnu Hibban, dari Abu Dzar)
14. Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): “Wahai Adam! Habiskanlah waktumu untuk BERIBADAH kepada-Ku; niscaya Aku isi DADAMU dengan PERASAAN KAYA dan Aku tutup lubang-lubang kemiskinanmu. Dan jika engkau tidak berbuat demikian Aku isi TANGANMU dengan kesulitan dan tidak Aku tutup lubang-lubang kemiskinanmu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah & Hakim dari Abu Hurairah)
15. “Ada dua perkara yang tidak bakal ditemukan dalam pribadi orang MUNAFIK, yaitu bagusnya TINGKAH LAKU dan pandai dalam masalah AGAMA”.(HR.Tirmidzy)
16. “Ibn’Abbas r.a. berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Dua NIKMAT yang kebanyakan manusia tertipu (rugi) olehnya, yaitu SEHAT & ISTIRAHAT”. (HR.Bukhari)
17. Penghuni surga MAKAN & MINUM tanpa BERINGUS, buang AIR BESAR, atau buang AIR KECIL. Makanan yang mereka santap akan berubah menjadi PELUH seperti tetes-tetes kesturi. Mereka mengalunkan TASBIH (Subhanallah) dan TAKBIR (Allahu Akbar) seiring dengan irama NAPAS.” (HR.Muslim)
18. “Barangsiapa yang berada dalam keadaan AMAN di tengah kaumnya, SEHAT TUBUHNYA, ada yang akan DIMAKAN hari itu maka sepertinya DUNIA telah digiring kepadanya dengan segala isinya.” (Tirmidzi)
19. ”Barang siapa yang senantiasa meminta ampunan (BERISTIGHFAR) maka Allah akan melapangkan dirinya dari KESUSAHAN, dan memberikanjalan keluar dari KESEMPITAN, serta KARUNIA (REZEKI) yang tiada disangka-sangka.”(HR Muslim)
20. Abu Malik Al-Sj’ary r.a, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kebersihan itu separoh dari IMAN, dan alhamdulillah itu dapat memenuhi timbangan AMAL, dan subhanallahi walhamdulillahi memenuhi antara LANGIT & BUMI. (HR.Muslim)
21. Abu hurairah r.a, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Kalau aku membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, maka bacaan itu lebih aku gemari dari pada mendapatkan KEKAYAAN sebanyak apa yang ada DI BAWAH SINAR MATAHARI. (HR.Muslim)






0 comments:
Post a Comment