HIDAYAH MILIK ALLAH
Lengkapnya seperti ini - untuk pengingat bahwa Hidayah milik Allah, bukan milik Nabi sekalipun:
1. NABI MUHAMMAD ﷺ tidak bisa mengajak pamannya
Namanya *Abu Thalib bin Abdul Muthalib* (nama aslinya Abdu Manaf).
Padahal Abu Thalib yang membesarkan dan melindungi Nabi dari kecil sampai beliau jadi Rasul. Nabi terus mendakwahinya sampai detik-detik wafat, tapi Abu Thalib tetap di atas agama Abdul Muthalib.
Turun ayat:
Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki._ *(QS. Al-Qash: 56)*
Paman beliau yang lain, *Abu Lahab bin Abdul Muthalib* juga memusuhi dakwah Nabi.
2. NABI IBRAHIM AS tidak bisa mengajak bapaknya
Namanya Azar
Nabi Ibrahim dengan sangat lembut mengajak bapaknya meninggalkan berhala, tapi Azar menolak bahkan mengancam akan merajam Ibrahim.
...Wahai ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat...(QS. Maryam: 42-45)
3. NABI NUH AS tidak bisa mengajak anaknya
Namanya Kan'an bin Nuh (dalam sebagian riwayat disebut Yam).
Nabi Nuh berdakwah 950 tahun. Saat banjir besar datang, Nabi Nuh memanggil anaknya untuk naik ke kapal, tapi anaknya menolak dan memilih naik ke gunung.
...Wahai anakku! Naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.(QS. Hud: 42-43)
Sempurnanya / yang lainnya:
4. NABI NUH AS & NABI LUTH AS tidak bisa mengajak istrinya
Istri Nabi Nuh namanya Wailah dan Istri Nabi Luth namanya Wahilah / Walihah.
Keduanya berkhianat, tidak beriman kepada suaminya yang seorang Nabi.
Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Luth...(QS. At-Tahrim: 10)
5. NABI LUTH AS tidak bisa mengajak kaumnya, termasuk istrinya yang menjadi pengkhianat dengan memberitahu kaum Sodom jika ada tamu laki-laki tampan di rumah Luth.
6. ASIYAH binti Muzahim (ISTRI FIR'AUN) tidak bisa mengajak suaminya
Asiyah adalah wanita mulia, Ahli Surga, tapi suaminya Fir'aun adalah manusia paling durhaka yang mengaku Tuhan.
Dari sini kita belajar: Tugas kita hanya menyampaikan, mengajak, mendoakan. Hasilnya serahkan kepada Allah. Jangan pernah lelah berdakwah kepada keluarga, tapi jangan pula berputus asa jika belum diterima.










